Ia juga mengimbau, bagi guru yang tidak ikut aksi di Jakarta untuk mendukung perjuangan para guru melalui doa.
"Tetap saling menguatkan bukan malah menjatuhkan apalagi menjegal, bantuan spirit doa dan bantuan dana sangat dibutuhkan. Karena pergerakan ini murni pure dari guru Indonesia secara pribadi," ujar Tedi Malik.
Tedi menegaskan, aksi kali ini bukan formalitas dan sebatas seremonial, melaikan untuk memperjuangkan martabat guru Indonesia.
"Suara yang lama terpendam, kini bergema dalam kebersamaan. Langkah yang dulu sendiri, kini menjadi gerakan negeri. Kita satukan tekad, rapatkan barisan, kita perjuangkan keadilan bagi seluruh madrasah dan sekolah swasta Indonesia," tegasnya.***
Artikel Terkait
Sensasi Makan di Atas Kapal Sambil Keliling Rawa Jombor Klaten, Cuma Bayar Rp 40 Ribu Bikin Hati Senang Perut Kenyang
Resep Gulai Iga Kambing Praktis, Empuk dan Anti Bau Perengus, Cocok untuk Olahan Daging Kurban Idul Adha
Rekomendasi Sajian Idul Adha: Resep Sop Sengkel, Kuahnya Segar Dagingnya Lembut, Begini Cara Membuatnya
Promedia Group Sukses Gelar BRI CoreLab 2026 di UNJ: Bahas Industri Informasi hingga Citizen Journalism
PGMM Pacitan Sampaikan 3 Tuntutan Guru Madrasah Swasta kepada DPRD Pacitan, di Antaranya soal TPG Inpassing yang Sering Terlambat
Usai Aksi Protesnya Viral, Peserta LCC MPR Josepha Alexandra Ngaku Dapat Tips Debat dari Wapres Gibran
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Final Ulang LCC 4 Pilar MPR, Pilih Dukung SMAN 1 Sambas Maju Tingkat Nasional
Teguran Menohok Helmy Yahya soal Ucapan MC LCC 4 Pilar MPR Kalbar: Pikirkan Dulu Sebelum Bicara
Pemerintah Bakal Bentuk Satgas Percepatan Deregulasi untuk Sederhanakan Izin Usaha