Senin, 15 Juni 2026

Kisah Hendi Saputro, Dulunya Terpaksa Kerja di Bengkel, Kini Sekolah Gratis di Sekolah Rakyat

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Senin, 20 April 2026 | 06:30 WIB
Hendi Saputro, siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen (Ist)
Hendi Saputro, siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen (Ist)

Baca Juga: Gaji Guru dan Tendik PPPK Paruh Waktu Bisa Digaji Pakai BOSP, Tapi Hanya Tahun Ini

“Banyak banget (fasilitasnya) disini lengkap semua. Dari tas dikasih, laptop dikasih, fasilitas untuk belajar juga dikasih. Gratis semua,” kata Hendi.

Tak hanya itu, kebutuhan dasar seperti makan pun terjamin. Ia mengaku kini bisa mendapatkan makan tiga kali sehari, ditambah dua kali snack—sesuatu yang sebelumnya tidak selalu ia rasakan.

Bagi Hendi, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar. Ini adalah titik balik dalam hidupnya, tempat di mana ia kembali membangun mimpi yang sempat terhenti.

“Cita-cita saya ingin kerja di Jepang,” katanya.

Baca Juga: Nasib Guru Honorer Tak Pasti, Puan Minta Pemerintah Tingkatkan Kesejahteraan Tenaga Pendidik yang Telah Lama Mengabdi

Dengan semangat baru, Hendi kini menatap masa depan dengan lebih optimistis. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan melalui program Sekolah Rakyat.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo karena telah memberikan program sekolah rakyat. Dengan sekolah ini, saya semoga bisa menggapai cita-cita saya,” harap Hendi.

Ia juga turut mendoakan kesehatan Presiden Prabowo Subianto yang telah menginisiasi program tersebut.

Kisah Hendi menjadi gambaran nyata bagaimana Sekolah Rakyat membuka kembali akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Dari bengkel kecil tempat ia bekerja, kini ia melangkah kembali ke ruang kelas—membawa harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.***

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X