Sabtu, 18 Juli 2026

Militer Iran Kembali Tutup Selat Hormuz usai Sempat Dibuka dalam Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Apa Alasannya?

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Minggu, 19 April 2026 | 12:10 WIB
Menyoroti isu jalur viral perdagangan minyak, Selat Hormuz yang kembali ditutup di tengah upaya blokade AS terhadap kapal-kapal pelabuhan Iran. (Instagram.com/@realdonaldtrump)
Menyoroti isu jalur viral perdagangan minyak, Selat Hormuz yang kembali ditutup di tengah upaya blokade AS terhadap kapal-kapal pelabuhan Iran. (Instagram.com/@realdonaldtrump)

PORTALOKA.ID - Sebagian publik tengah ramai menyoroti isu blokade atau penutupan kembali jalur viral perdagangan minyak, Selat Hormuz.

Hal ini terjadi usai sebelumnya Iran sempat membuka kembali Selat Hormuz pada Jumat, 17 April 2026, setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Dalam pembukaan Selat Hormuz itu, dilaporkan lebih dari selusin kapal komersial sempat melewati jalur air vital tersebut.

Di sisi lain, Teheran saat itu mengancam akan menutup kembali alur air vital itu jika blokade Amerika Serikat (AS) terhadap kapal-kapal yang menuju pelabuhannya tetap berlanjut.

Baca Juga: Iran Kembali Buka Selat Hormuz, 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas

Terkini, Militer Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup sejak Sabtu, 18 April 2026.

Hal tersebut disampaikan komando militer pusat Iran beberapa jam setelah pihak membuka kembali jalur perdagangan viral tersebut.

AS Dinilai Langgar Janji

Dalam pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah Iran, Komando Militer Iran menilai AS telah melanggar janji dengan melanjutkan blokade angkatan lautnya.

Terkhusus soal terhadap kapal-kapal yang berlayar dari dan ke pelabuhan-pelabuhan di Iran.

Baca Juga: Prabowo Telepon Anwar Ibrahim hingga Raja Abdullah II, Silaturahmi Lebaran serta Bahas Konflik Iran-Israel

"(Blokade) sampai AS memulihkan kebebasan bergerak untuk semua kapal yang mengunjungi Iran," demikian pernyataan Komando Militer Iran sebagaimana dikutip dari The Guardian, pada Jumat, 19 April 2026.

"Situasi di Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat," tambahnya.

Berkaca dari hal tersebut, blokade AS terhadap kapal-kapal yang menuju pelabuhan Iran ini mencuat buntut gagalnya Iran-AS mencapai kesepakatan dalam pembicaraan di Pakistan.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X