Sabtu, 18 Juli 2026

Terungkap, Ini Penyebab BSU Guru Madrasah dan Tenaga Kependidikan Belum Cair

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Senin, 2 Februari 2026 | 17:20 WIB
Ilustrasi - Kemenag jelaskan penyebab BSU guru dan tendik madrasah belum cair (Vecteezy/Miftachul Huda)
Ilustrasi - Kemenag jelaskan penyebab BSU guru dan tendik madrasah belum cair (Vecteezy/Miftachul Huda)

PORTALOKA.ID - Sebagian guru madrasah dan tenaga kependidikan (tendik) madrasah yang berstatus non-ASN dikabarkan belum menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Terkait hal itu Kementerian Agama (Kemenag) memberikan penjelasan.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kemenag Fesal Musa’ad mengatakan, keterlambatan pencairan BSU guru madrasah dan tendik diakibatkan adanya kendala transfer.

Diketahui, terjadi kendala transfer rekening penerima yang berstatus return atau pengembalian oleh bank.

Baca Juga: Sepanjang 2025, BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun, Lebih dari 60 Persen ke Sektor Produksi Penggerak Ekonomi Rakyat

Fesal mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi dan validasi (verval) ulang terhadap data rekening yang sebelumnya dikembalikan.

“Saat ini telah dilakukan verval ulang oleh Direktorat GTK Madrasah terhadap data yang sebelumnya dikembalikan kepada yang bersangkutan melalui Kanwil dan Kankemenag kabupaten/kota. Data tersebut kami terima kembali per 26 Januari 2026,” kata Fesal, dikutip Senin, 2 Februari 2026.

Fesal menyebutkan, data rekening yang telah diperbaiki selanjutnya telah dikembalikan ke Bank Mandiri pada 28 Januari 2026 untuk diproses pencairannya.

Menurutnya, terdapat sejumlah data rekening yang sempat berstatus return dan harus diperbaiki oleh penerima. Proses perbaikan data dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga ke madrasah.

Baca Juga: Usai Viral, Sekjen Kemenag Beberkan Pedoman Pengangkatan Guru Madrasah Swasta, Sebut Tata Kelola dan Sejahterakan Guru jadi Prioritas

“Alurnya dari pusat ke provinsi, kemudian ke kabupaten/kota, lalu ke madrasah untuk disampaikan kepada masing-masing penerima agar dilakukan perbaikan data. Setelah itu, data dikirim kembali secara berjenjang hingga ke pusat,” jelasnya.

“Operator kami di pusat dan daerah terus bekerja untuk menyelesaikan proses verifikasi dan validasi ini secara optimal,” imbuhnya.

Fesal menambahkan, sebelumnya berdasarkan laporan Bank Mandiri, sebagian besar rekening penerima tidak dapat dilakukan transfer karena kendala sistem teknis.

“Kendala tersebut antara lain disebabkan penggunaan rekening penerima dari bank digital (Seabank, Dana dll) dan bank perkreditan rakyat serta ketidaksesuaian nomor rekening, nama pemilik rekening, dan nama bank,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X