Dari ziarah leluhur hingga mendukung ekonomi rakyat lewat, Sultan Sepuh menunjukkan bahwa sejarah, budaya, dan kesejahteraan bisa berjalan beriringan.
Sultan Sepuh Pangeran Kuda Puti (pakai blangkon) saat berkunjung ke Situs Gunung Galuh Ciamis (Istimewa)
Inilah sejarah yang kembali berdiri tegak. Kehadiran cucu Eyang Bagus Syatariyah menghidupkan kembali kenangan indah saat pertama lafadz Allah dieja oleh lidah Sunda.
Pangeran Kuda Putih sebagai cucu sah, mencoba membuka lembaran manuskrip kuno yang mencatat perjalanan Eyang Bagus Syatariyah.
Ia meyakinkan bahwa Pangeran Arya Natareja bukan sosok biasa, ia adalah Sultan yang memilih keluar dari Keraton dan menyerahkan tahta kepada adiknya.***