Para prajurit yang bertempur bahkan tak sepenuhnya tahu mengapa mereka harus saling menikam. Yang mereka pahami hanya satu: harga diri telah diinjak, dan balas dendam adalah bahasa paling mudah dimengerti.
Baca Juga: Serial Kanjeng Sunan - Bagian 11: Fatwa dari Abu dan Asap
Menjelang senja, tanah Cimaung berubah warna. Bukan lagi hijau atau cokelat, melainkan merah gelap. Angin membawa bau besi dan keringat.
Di sela jerit dan rintih, Kanjeng Sunan turun dari batu, melangkah ke medan laga, menantang pedang dengan dada terbuka.
“Jika darah yang kalian cari, ambillah dariku,” ucapnya.
Sejenak, waktu seolah berhenti. Beberapa prajurit menunduk. Sebagian lain ragu. Peperangan yang tadi menggelegar kini menggantung dalam keheningan yang canggung.
Baca Juga: Ngembang di Gunung Jaha: Doa-Doa yang Bangkit dari Sunyi Galuh
Di kejauhan, serpihan bedug dari sisa reruntuhan masjid tertiup angin, berbunyi lirih seperti doa yang tersisa.
Tak ada yang kalah dan menang, pada akhirnya kebijaksanaan menang atas bara dendam. Hari ini Cimaung akan menjadi catatan kelam dalam lembar sejarah tanah Sunda?** (Bersambung)
Artikel Terkait
Feby Yuliasari, Siswi MTs Janggala Raih Medali Perak di Tasik Series Beraksi Championship 2026: Persembahan untuk Almamater dan Motivasi Generasi Muda
Korupsi Berjamaah Menerpa DPRD Kota Banjar, Buntut Kasus Ketua DPRD Kota Banjar
Hadir untuk Rakyat, TNI AD Pulihkan SD dan TK Terdampak Bencana di Tapanuli Selatan
PGMM Sambut Baik Usulan 630 Ribu Formasi PPPK Guru Madrasah Swasta oleh Kemenag, Sodorkan Skema Ini untuk Pengangkatan Berkeadilan
Pembangunan KOPDES MERAH PUTIH di Desa Cinyasag Panawangan Dihentikan, Ini Alasannya
CATAT! Ini Jadwal Belajar Selama Ramadhan 1447 H hingga Idul Fitri
Info Papan Ngopi Anyar Lur! Senjadi Emerald, Tempat Nongkrong Cozy di Klaten yang Harganya Ramah di Kantong
Rektor Universitas Insan Cita Indonesia: Pendidikan Digital Perkuat SDM Pekerja KSPSI
Kapan Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan 1447 Hijriah? Ini Penjelasan Kemenag
Viral Guru di Grobogan Jawa Tengah Bagikan Jalan Sehari-hari yang Dilewati Menuju Sekolah, Masih Tanah Berlumpur dan Licin