Kamis, 4 Juni 2026

Nyepuh: Jejak Penyucian Diri dari Tanah Ciomas

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Jumat, 30 Januari 2026 | 08:55 WIB
Tradisi Nyebuh masyarakat Desa Ciomas, Panjalu, Ciamis jelang Ramadhan (Visit Ciamis)
Tradisi Nyebuh masyarakat Desa Ciomas, Panjalu, Ciamis jelang Ramadhan (Visit Ciamis)

Tulisan ini merupakan hasil perjalanan dalam beberapa tahun mengikuti upacara adat Nyepuh.

Disclaimer! Tulisan ini masih sangat interpretatif dan terbuka untuk dikaji sesuai dengan pengalaman seseorang dalam melihat adat Nyepuh.

 

PORTALOKA.ID - Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Ciamis tanpa sosok Syeikh Penghulu Gusti mungkin tak akan melihat cahaya Islam bersinar di tanah Panjalu. Entah kebetulan atau sudah guratan takdir, Ciomas menjadi wilayah peradaban spiritual.

Di seberang jalan desa, ada pusat penyebaran tarekat TQN Suryalaya Sirnarasa dengan guru Mursyid Abah Aos. Ini makin meneguhkan bahwa Ciomas bukan desa biasa, tapi desa yang diberkahi. Ribuan orang berlalu lalang dan duduk berzikir di pertapaan Ciomas.

Awal menginjakkan kaki di tanah makam Penghulu Gusti, ada kesunyian yang mencekam. Angin sepoi-sepoi menerpa pepohonan dan seperti ada bisikan gaib yang menyambut.

Batu-batu kuno yang menyatu dengan tanah berlumut menambah suasana makin mistis. Pepohonan masih rindang asli dan lestari.

Baca Juga: Dukung Program Tiga Juta Rumah, BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun kepada 118 Ribu Debitur hingga Tahun 2025

Di kaki perbukitan Panjalu, ketika angin membawa harum tanah basah dan dedaunan hutan Geger Omas berbisik pelan, masyarakat Desa Ciomas bersiap menyambut satu waktu yang selalu dinanti: datangnya bulan suci Ramadhan.

Namun sebelum gema azan tarawih pertama berkumandang, ada satu jejak adat yang lebih dahulu dilalui, sebuah warisan batin yang disebut Nyepuh.

Nyepuh bukan sekadar upacara. Ia adalah jalan pulang jiwa. Ia adalah ingatan kolektif tentang asal-usul manusia yang selalu perlu dibersihkan sebelum menghadap Yang Maha Suci.

Tradisi ini tumbuh dari pertemuan nilai Islam dan kearifan Sunda yang berakar kuat di tanah Ciomas. Wilayah ini sejak dahulu dikenal sebagai bagian dari kawasan Panjalu, daerah yang sarat sejarah spiritual.

Baca Juga: Ibukota Galuh di Kawali, Bukan di Baregbeg, Ini Penjelasan Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis

Di sana ada pusara sunyi makam Kiai Haji Eyang Panghulu Gusti, tokoh yang diyakini sebagai penyebar Islam di Ciomas. Sosoknya bukan hanya dikenang sebagai ulama, tetapi sebagai cahaya awal yang menyalakan pelita iman masyarakat setempat.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misalin: Kala Angin Syaban Menyapa dan Jiwa Berubah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:12 WIB

Nyepuh: Jejak Penyucian Diri dari Tanah Ciomas

Jumat, 30 Januari 2026 | 08:55 WIB
X