Dalam kesempatan tersebut, Hamenang mengatakan pertumbuhan kafe di Kabupaten Klaten menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.
Perkembangan sektor kuliner dinilai jadi daya tarik sekaligus mendukung lonjakan kunjungan wisata.
Menurut Hamenang, kehadiran kafe baru semakin menambah pilihan kuliner bagi warga dan wisatawan, apalagi menjelang Ramadan dan Lebaran.
"Dari tahun ke tahun angka mudik di Kabupaten Klaten itu meningkat 30 persen, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Klaten terbesar se-Jawa Tengah, pada 2025 sampai 7,5 juta wisatawan," ucap Hamenang.
"Saya mengimbau pelaku kuliner tetap menjaga kualitas karena itu merupakan salah satu kunci agar bisa bertahan lama, dari sisi harga harus kompetitif, jangan mahal-mahal," imbuhnya.
Hamenang juga mengajak pelaku usaha kuliner mendukung kampanye pengelolaan sampah dari hulu, salah satunya dengan melakukan pemilahan sampah untuk memudahkan proses pengolahan. ***
Artikel Terkait
Rekomendasi Kuliner Unik di Klaten, Sego Yuyu Pak Jenggot Cuma Rp 5 Ribu Dijamin Kenyang di Embung Sinongko Pokak, Enak Gurih Kriuk
Rekomendasi Kuliner Serba Ayam di Klaten Jawa Tengah, Ada Ayam Panggang Mbah Dinem hingga Mie Ayam All You Can Eat
Mencicipi Ketan Munyuk, Kuliner Unik Khas Cokro Tulung Klaten, Manis Gurih Cuma Rp 5 Ribu Saja, Cobain Yuk!
Eduwisata Budidaya Jamur Tiram di Taman Tumenggung Glagahwangi, Bupati Klaten Dorong Jadi Ikon Kuliner Baru di Polanharjo
7 Kuliner Khas Yogyakarta yang Selalu Bikin Kangen, Cita Rasa yang Selalu Dirindukan
Candramaya, Little Ubud-nya Klaten dengan Kolam Renang Tepi Sawah dan Kuliner Khas BaliĀ