Pandji menjelaskan, dirinya sebagai seseorang yang hobi membaca, perlu menyiapkan sejumlah buku sebagai pegangan selama di Indonesia.
"Sekalian saja dibawa, untuk jaga-jaga takutnya kenapa-napa, saya sudah bawa buku untuk dibaca-baca," terangnya.
"Bahkan, saya saat interogasi Polda dan Bareskrim, sambil baca buku," ungkap Pandji.
Bersedia untuk Dialog
Secara terpisah, Pandji sempat mengajak kepada para pelapor kasus dugaan penistaan agama atas materi stand up comedy Mens Rea untuk duduk bareng berdialog untuk menyelesaikan pelaporan tersebut.
Hal itu disampaikan Pandji yang didampingi pengacaranya, Haris Azhar setelah dicecar 63 pertanyaan sebagai saksi terlapor dalam lima laporan polisi yang diselidiki Polda Metro Jaya, pada Jumat, 6 Februari 2026.
"Saya sama Haris berkata tentu alangkah lebih baik kalau kita duduk bareng dan mencoba untuk menyampaikan maksudnya. Selalu terbuka kok," terang Pandji.
Pandji menilai, lewat ruang dialog bisa lebih efektif dalam menyelesaikan sebuah masalah yang dikarenakan ketidaksesuaian penangkapan makna dari hasil karya seni, termasuk materi stand up comedy.
"Secara historikal juga ada terlalu banyak bukti yang menunjukkan bahwa dalam sebuah kesalahpahaman atau ada ketidaksesuaian penangkapan makna dari karya seni saya," tutur Pandji.
"Saya selalu bersedia untuk dialog," tukasnya.***
Artikel Terkait
Guru Madrasah Bukan Beban Anggaran, Ini 3 Fokus GTK Madrasah 2026, Salah Satunya Pengangkatan PPPK
Gaji PPPK Paruh Waktu Belum Cair, Pemkab Ungkap Alasannya: Bukan Tak Ada Anggaran, Dua Bulan Langsung Cair
Siap-Siap Merapat! Kementerian Hukum Bakal Buka Rekrutmen CPNS 2026, Ini Bocoran Jumlah Formasinya
Ribuan Guru Madrasah Swasta Gelar Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR, Tuntut Kesetaraan dan Diangkat jadi PPPK
Kabar Baik! Usulan PPPK Guru Madrasah Sedang Diproses, Dirjen Pendis Beri Bocoran Jumlah Formasinya
Begini Respons Kemenag Soal Usulan TPG Guru Madrasah Dibayar Tiap Bulan