“Terima kasih Pak Gubernur, Pak Luthfi."
"Sempat tidak menyangka akan dapat SK,” ungkap Dwi Mulyanto.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan, proses mendapatkan SK itu bukan perkara mudah.
Karena berbagai proses telah dilakukan, hingga akhirnya penyerahan SK bisa dilakukan.
“SK yang sekarang diterima oleh rekan-rekan sekalian adalah suatu bentuk kepercayaan negara, yang harus ditingkatkan kemampuan rekan-rekan dalam bekerja,” ucap Ahmad Luthfi.
Ahmad Luthfi mengibaratkan PPPK Paruh Waktu juga sebagai bahan bakar birokrasi.
PPPK Paruh Waktu harus menggerakkan kendaraan pembangunan supaya Jawa Tengah lebih maju.
Dia juga menitip pesan keras agar para penerima SK tidak berubah sikap setelah resmi menjadi ASN paruh waktu.
“Jangan adigang-adigung, leda-lede, menang dewe pengin dadi ndoro."
"Tidak boleh! Harus lebih andhap asor dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Saat penyerahan SK, suasana Stadion Jatidiri penuh tawa, tangis bahagia, dan rasa syukur.
Ahmad Luthfi menyebut ribuan ASN paruh waktu yang hadir sebagai “mantu idaman”, simbol bahwa mereka kini memiliki potensi besar memperbaiki kualitas birokrasi Jawa Tengah.