PORTALOKA.ID - Selama ini guru madrasah swasta kerap dianggap sebagai "anak tiri" oleh pemerintah.
Stigma tersebut lantaran para guru madrasah swasta sering tidak terakomodir dalam sejumlah kebijakan pemerintah.
Di antara kebijakan yang dianggap diskriminatif oleh guru madrasah swasta adalah soal pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Para guru madrasah swasta selama ini belum terakomodir dalam kebijakan pengangkatan PPPK.
Hal inilah yang membuat guru madrasah swasta merasa dianaktirikan oleh pemerintah.
Padahal, mereka secara resmi terdaftar dalam pangkalan data Kementerian Agama (Kemenag).
Namun demikian, tidak serta merta para guru madrasah swasta terakomodir dalam kebijakan pengangkatan PPPK, baik paruh waktu maupun penuh waktu.
Akhir Penantian Ribuan Guru Madrasah Swasta
Pengabdian guru madrasah swasta tidaklah sebentar. Di antara mereka ada yang sudah mengabdi lebih dari 20 tahun.
Tidak sedikit yang usianya sudah hampir memasuki masa pensiun.
Di tengah keputusasaan, kabar bahagia pun datang. Kemenag menyatakan akan mengangkat guru madrasah swasta menjadi PPPK.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Amien Suyitno mengatakan, saat ini usulan pengangkatan guru madrasah swasta sedang dalam diproses bersama kementerian terkait.
Artikel Terkait
FIPP UNNES Gelar Forum Internasional, Bahas Isu Kontemporer Pendidikan dan Psikologi dari 5 Negara
Pemerintah Siapkan Skrema Kredit Ringan untuk Nelayan Melalui Koperasi Merah Putih
Content Creator Jerhemy Owen Spill Papan untuk Tembok dan Atap Bangunannya yang Terbuat dari Daur Ulang Plastik
Kemenag Ungkap Persoalan Teknis Pengangkatan PPPK Guru Madrasah, di Antaranya Pernah Ikut CPNS
Masjid Rahmatullah BRP Panglayungan Tasikmalaya Tebar Berkah, Ribuan Anak Yatim dan Dhuafa Terima Santunan
Nadran di Situs Manguntapa, Jejak Syukur yang Tak Pernah Usang
Gaspool Ciamis Juara 1 Kejurda Voli U-14 Jabar 2026, PBVSI: Bukti Pembinaan Berjalan Baik
Siswa SD Asal Bandung yang Diundang NASA usai Raih Juara Olimpiade Sains Internasional, Koleksi 18 Medali
Diduga Terlambat Datang ke Sekolah, Mobil MBG Disoraki Siswa