CIAMIS, PORTALOKA.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto sejatinya memiliki tujuan baik.
Program MBG diproyeksikan sebagai langkah strategis dalam mengatasi permasalahan gizi terutama pada anak-anak, termasuk mencegah stunting.
Kehadiran program MBG diharapkan tidak hanya berdampak pada kelompok penerima manfaat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diharapkan membawa manfaat terutama bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: BGN Dapat Alokasi Anggaran Rp240,20 Triliun pada 2027, Targetkan Jangkau 72 Juta Penerima MBG
Salah satunya adalah dengan memberdayakan petani dan peternak lokal dalam memenuhi kebutuhan bahan baku MBG.
Hal itulah yang mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan MBG di Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis.
Rakor yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Sadananya pada Senin, 21 September 2026 itu dihadiri kepala desa, ketua BUMDes, PIC SPPG, dan kepala SPPG se-Kecamatan Sadananya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Sadananya, Armina, S.TP, MP., dan tim dari lembaga kesehatan.
Baca Juga: 5 Makanan Indonesia yang Punya Nama Unik, Ada Mi Lendir hingga Nasi Kentut
Ketua Korcam Sadananya, Febi Adrian mengatakan, rakor tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap dua bulan sekali sekaligus untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBG.
"Pada rakor kali ini agenda utamanya adalah mengangkat isu bagaimana caranya mengimplementasikan visi dan misi BGN sebagai rantai pasok pengelolaan ekonomi lokal yang mungkin hari ini banyak terhambat di lapangan," kata Febi.
Febi mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pelaksanaan program MBG.