“Kalau sudah basi, terjadi berbagai macam faktor-faktor dan setelah kita lihat pada saat di lapangan, kita ambil sampel dan sebagainya, memang ada yang mengandung berbagai macam alflatoksin, dan sebagainya. Itu karena proses degradasi dari makanan itu,” terang Taruna.
Lebih lanjut, SOP yang diberikan BPOM berupa cara menyiapkan makanan, penyajian, hingga proses pendistribusian.
Baca Juga: Menantang Kepala BGN Rombak Dapur MBG: Kecilkan Dapur, Perluas Kesempatan Rakyat
Sanksi SPPG yang Tak Jalankan SOP
Dalam kesempatan yang sama, Taruna juga mengungkapkan bahwa perlu adanya pengawasan dan penindakan ketat pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tak memenuhi SOP.
“Jadi, rekomendasi kami yang pertama, tentu bagi SPPG yang tidak mampu menjalankan SOP dengan baik, kami rekomendasikan selain ada yang disuspen, juga ada yang mungkin ditutup,” tegas Taruna.
Namun, proses tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Dan itu yang akan melaksanakan tentu adalah BGN, kami cuma merekomendasikan,” tukasnya.***
Artikel Terkait
Kemenag Ciamis Umumkan Pemenang OMI 2026 Tingkat MI, MTs, dan MA, Simak Daftarnya
Cerita Warga Makassar Antre BBM: Datang ke SPBU Sejak Jam 4 Subuh, Baru Terisi saat Siang Hari
Bukan Sekadar Bela Diri, Pekan Pelatihan Silat MA Plus Azzahra Ciamis Jadi Wadah Pendidikan Karakter
Menantang Kepala BGN Rombak Dapur MBG: Kecilkan Dapur, Perluas Kesempatan Rakyat
Di Forum BRICS, Prabowo Tegaskan Indonesia Negara Tangguh, Tak Ingin Didikte Kekuatan Mana pun
Buntut Keracunan MBG, BGN dan Pemkab Pati Lakukan Evaluasi 172 SPPG: Kalau Dapurnya Jelek, Ditutup Permanen!
4 Fakta di Balik Insiden Kecelakaan KM Virgo di Laut Jawa: Hadapi Cuaca Buruk, Ditemukan Terbalik
Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan yang Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa
Heboh Karnaval Diduga Mirip Ritual Satanik, Pemkab Pekalongan Tuntut Klarifikasi Panitia SKNC 2026
Tiga Siswa MAN 1 Ciamis Raih Prestasi OMI, Siap Berlaga di Tingkat Provinsi