Tergelincir saat Duduk di Bibir Kawah
Budiono menjelaskan, korban naik menuju puncak Gunung Slamet pada Senin, 17 Agustus 2026.
Baca Juga: BAZNAS Ciamis Disorot Masyarakat Terkait Target Infak Rp10 Juta per Desa
Kala itu, korban diketahui naik bersama rombongan dari Basecamp Sawangan Tegal.
Saat berada di puncak, FM diketahui duduk di bibir kawah. Namun, dia tiba-tiba terjatuh.
"Setelah muncak, rombongan turun tapi korban masih duduk santai di bibir kawah," ujar Budiono.
"Perkiraan survivor berada di kedalaman sekitar 15 sampai 20 meter. Informasi yang kami terima, pendaki yang melihat langsung menyampaikan survivor sudah tidak bergerak," sambungnya.
Diduga Pijakan Korban Amblas
Dalam kesempatan berbeda, Koordinator Lapangan Operasi SAR, Handika Hengky menuturkan Basarnas mengirim tiga tim ke lokasi jatuhnya korban.
"Saat ini kita menerjunkan tiga tim untuk menuju ke atas, ke kawah Gunung Slamet," beber Hengky dalam keterangannya, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Hengky menyebut, korban diketahui mendaki Gunung Slamet bersama beberapa orang.
"Ada empat pendaki, bersama rombongannya, satu orang terjatuh karena pijakan tanahnya itu terjadi amblas," ungkap Hengky.
"Evakuasi dengan menggunakan alat mountaineering dan membawa tabung isi BA (breathing apparatus), yang dimungkinkan dalam kawah itu terdapat gas beracun," tandasnya.***
Artikel Terkait
Keseruan Lomba Tangkap Bebek di Tengah Umbul Ponggok Klaten bagi Wisatawan saat Momen HUT RI
Warga Dusun Depok Ciamis Antusias Ikuti Upacara HUT ke-81 RI, Rintik Hujan Tak Surutkan Semangat
Meriahkan Momen HUT RI, Umbul Pelem Klaten Tebar Uang Rp 5 Juta Ke Pengunjung Lewat Flying Fox
Kepala BGN Ungkap Dugaan Penyebab Keracunan MBG di Berastagi, Kepala SPPG Terancam Dipecat, Dapur Disuspend
Peringati HUT ke-81 RI dan Hari Pramuka, MTs-MA GUPPI Al Barkah Ciamis Gelar Jalan Sehat dan Perlombaan