Ketut menilai, para pelapor rata-rata dimintai uang oleh OP berkisar ratusan juta. Hal itu, apabila korban ingin diterima atau dinyatakan lolos seleksi 'susulan' ini.
"Contohnya, misalkan jika ingin masuk di instansi A dia harus merogoh kocek Rp700 juta, di instansi B dia merogoh kocek Rp500 juta. Berbeda-beda seperti itu," ujarnya.
Baca Juga: Siap-Siap Merapat! Pemprov Jateng Ajukan 1.000 Formasi CPNS 2026, Sektor Ini jadi Prioritas
Korban Sempat Ikut Tes Fisik-Kesehatan
Kuasa hukum para korban penipuan rekrutmen CPNS di Jatim itu menjelaskan, korban sempat mengikuti tes akademik, tes fisik, tes psikologi hingga tes kesehatan yang dibuat seolah-olah kegiatan itu benar-benar dibuat oleh lembaga negara.
Hal itu diketahui karena terlapor OP, mengirimkan surat keputusan (SK) dan jadwal tes berkop resmi lembaga negara kepada para pelapor.
Meski begitu, surat-surat itu belakangan diketahui seluruhnya palsu setelah dicek ke instansi terkait.
"Para korban juga sudah mengecek dari instansi-instansi terkait, ternyata SK dan juga jadwal yang dikeluarkan itu tidak benar, adalah palsu," beber Ketut.
"Surat-surat yang dikeluarkan juga palsu semua. Ada kop surat resmi, ada SK penunjukan, tapi palsu semua." imbuhnya.
Berujung Gagal Lolos, Boncos Rp20 M
Usai serangkaian tes 'susulan' itu, para korban dinyatanya tak kunjung diterima di instansi tersebut.
Dalam tahap awal, Ketut menyebut, terdapat 5 korban yang melapor, dengan total kerugian mencapai Rp3,5 miliar.
Namun, Ketut menyatakan jumlah korban dan total kerugian korban di luar kelompok ini, termasuk di luar Jawa Timur, jauh lebih besar.
"Sudah mencapai kerugian Rp20 miliar lebih, karena korbannya sudah diduga jelas lebih dari 10 orang," ungkapnya.
Baca Juga: 2.400 PPPK Paruh Waktu Bakal Diangkat jadi Penuh Waktu? Begini Kata Badan Kepegawaian
Artikel Terkait
Tangis Siswa Pramuka di Ende NTT Pecah Diduga Gagal Berangkat ke Jambore Nasional karena Terkendala Biaya
Menjelang Pelantikan Wawakil Raja Galuh, Ang Icep: Tegaskan Budaya Sunda dan Islam Tak Pernah Dipisahkan
Bupati Ciamis Tutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I, Tegaskan ASN Harus Sejalan dengan Visi Misi Daerah
BGN Blak-blakan Ada 950 Dapur MBG Tak Higienis, Siap Beri Sanksi Tutup Permanen
Kronologi Pekerja Pabrik Gula Rendeng Kudus Tewas Tertimpa Papan Pengangkat Tebu Seberat 80 Kilogram
Penobatan Wawakil Raja Galuh, Raden Rafik Jalani Ritual Adat hingga Dapat Dukungan Kasepuhan Galuh
Kasepuhan dan Kabuyutan Galuh Bubuhkan Tanda Tangan Dukungan Usai Penobatan Wawakil Raja Galuh