Sabtu, 8 Agustus 2026

Kasepuhan dan Kabuyutan Galuh Bubuhkan Tanda Tangan Dukungan Usai Penobatan Wawakil Raja Galuh

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Sabtu, 8 Agustus 2026 | 22:40 WIB
Pembubuhan tanda tangan sebagai bentuk dukungan kepada Wawakil Raja Galub yang baru dilantik (Portaloka.id/Bang Sufi)
Pembubuhan tanda tangan sebagai bentuk dukungan kepada Wawakil Raja Galub yang baru dilantik (Portaloka.id/Bang Sufi)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Usai prosesi ritual penobatan Wawakil Raja Galuh, rangkaian acara berlanjut dengan pembubuhan tanda tangan dukungan oleh para kasepuhan dan kabuyutan Galuh dari berbagai daerah di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Mereka membubuhkan tanda tangan pada lembaran kain putih sebagai simbol dukungan dan restu masyarakat Galuh terhadap penobatan Raden Rafik Radinal Mokhtar sebagai Wawakil Raja Galuh.

Lembaran kain putih tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara setelah ritual penobatan selesai.

Tanda tangan para kasepuhan dan kabuyutan menjadi penanda dukungan yang diberikan dalam prosesi di Keraton Selaggangga.

Baca Juga: Menjelang Pelantikan Wawakil Raja Galuh, Ang Icep: Tegaskan Budaya Sunda dan Islam Tak Pernah Dipisahkan

Kehadiran para kasepuhan dan kabuyutan dari berbagai daerah di Kabupaten Ciamis juga memperlihatkan keterlibatan unsur masyarakat Galuh dalam rangkaian penobatan tersebut.

Dukungan itu melengkapi rangkaian ritual yang telah dilalui Raden Rafik sejak penyambutan calon raja, sungkeman, pencipratan air Galuh, arak-arakan menuju Singgasana, penyematan mahkota, penyerahan pusaka keris, hingga pemberian panji Bunga Cakra.

Simbol Adat dan Jejak Sejarah Galuh

Penobatan Wawakil Raja Galuh berlangsung melalui rangkaian yang bertahap. Setiap prosesi membawa simbol tersendiri, dari air yang berasal dari mata air Galuh hingga mahkota, pusaka keris dan panji Bunga Cakra.

Baca Juga: Penobatan Wawakil Raja Galuh, Raden Rafik Jalani Ritual Adat hingga Dapat Dukungan Kasepuhan Galuh

Setelah ritual selesai, dukungan para kasepuhan dan kabuyutan dituangkan melalui tanda tangan di atas kain putih.

Rangkaian tersebut membuat prosesi penobatan di Keraton Selaggangga tidak hanya berlangsung sebagai seremoni, tetapi juga menghadirkan sejumlah simbol yang berkaitan dengan tradisi dan sejarah Galuh.

Bagi Raden Rafik Radinal Mokhtar, penobatan tersebut ditandai dengan perjalanan melalui sejumlah ritual adat sebelum akhirnya menerima simbol-simbol kebesaran di kursi Singgasana.

Sementara bagi Ciamis, prosesi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga perhatian terhadap warisan Galuh.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X