Di sisi lain, jumlah pasien yang menunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD) disebut mencapai sekitar 10 hingga 20 pasien hampir setiap hari yang membutuhkan ruang perawatan lanjutan.
Baca Juga: Konsolidasi PUK SP LEM SPSI UNINDO Tekankan Modernisasi Organisasi dan Hubungan Industrial Harmonis
"Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur di ruangan pasien kami sedang full (penuh total), dan di saat yang bersamaan terjadi stagnasi (penumpukan) pasien di IGD berada pada angka 10–20 pasien hampir setiap hari yang sangat membutuhkan ruang perawatan lanjutan segera," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perbaikan menyeluruh hanya dapat dilakukan apabila ruangan dikosongkan selama sekitar tiga hingga lima hari.
"Untuk melakukan perbaikan yang menyeluruh, ruangan tersebut harus dikosongkan selama 3 hingga 5 hari. Demi memprioritaskan keselamatan nyawa dan agar pasien di IGD tidak terlantar, kami dengan berat hati terpaksa menggunakan ruangan tersebut sambil terus melakukan observasi ketat," paparnya.
Meski mengakui kondisi tersebut mengurangi kenyamanan pasien, Direktur menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama.
Menurutnya, tim medis bersama teknisi telah memastikan posisi tempat tidur pasien maupun jalur mobilitas tenaga kesehatan berada pada area yang dinilai aman.
Baca Juga: Mengabdi Sembilan Tahun, Honorer Palopo Mengaku Gagal PPPK Paruh Waktu Usai Dianggap Tak Aktif
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan darurat untuk mencegah kerusakan bertambah parah.
Perbaikan permanen, kata dia, belum dapat dilakukan karena membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima hari dengan kondisi ruangan harus dikosongkan terlebih dahulu.
Ia menambahkan, renovasi permanen akan dilaksanakan setelah antrean pasien di IGD mulai berkurang sehingga pasien dapat dipindahkan ke ruang perawatan lain.
"Target perbaikan permanen akan segera dieksekusi begitu antrean pasien di IGD mulai terurai dan kami bisa melakukan rotasi atau memindahkan pasien ke ruangan lain yang kosong," katanya.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, redaksi belum menerima dokumentasi maupun foto proses perbaikan sementara yang disebut telah dilakukan oleh pihak RSUD Sawerigading Rampoang.
Baca Juga: Tanpa Rompi Pink dan Borgol, Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot,
Anggaran Pemeliharaan
Artikel Terkait
Sate Kambing Geser Rendang sebagai Makanan Indonesia Terbaik 2026 versi TasteAtlas, Cek Daftar 10 Kuliner Favorit Lainnya di Sini!
Tak Kalah Enak dengan MBG, Menu Ini Bisa jadi Ide Bekal Anak Sekolah, Sehat dan Bergizi, Begini Cara Membuatnya
Kepala BKN Blak-blakan soal Alasan Bikin Program 'ASN Dekat Keluarga', Uji Coba Pertama di Lingkungan BKN
522 Pelajar PAUD hingga SMA di Sidoarjo Dikabarkan Positif HIV, Dinkes Beberkan Fakta di Lapangan
5 Sambal 'Kameumeut' Urang Sunda, Paling Cocok Disandingkan dengan Lalapan Mentah, Pedasnya Nampol, Berani Coba?
Terima Perwakilan Serikat Karyawan, Sufmi Dasco Jamin Tak Ada PHK di Streamlining Telkom
Terima Aspirasi APKASI soal Efisiensi Anggaran, Dasco dan Cucun Pastikan DPR Berpihak pada Percepatan Pembangunan Daerah
Dokter Tanggapi Pernyataan Kepala BGN Sudaryono soal Makan Telur Bikin Benjolan
Tanpa Rompi Pink dan Borgol, Penahanan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot,
Konsolidasi PUK SP LEM SPSI UNINDO Tekankan Modernisasi Organisasi dan Hubungan Industrial Harmonis