PORTALOKA.ID - Pemerintah menugaskan Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) untuk menjaga agar harga komoditas pangan strategis atau sembako tetap stabil pada momen hari raya Nyepi dan Idul Fitri 2026.
Satgas Pangan berisi pegawai dan personel dari Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, serta Bareskrim Polri.
“Bagaimana kita memastikan tidak ada oknum yang mencari kesempatan dalam kesempitan, apalagi di situasi Ramadan dan Idulfitri ini,” kata Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam konferensi pers Kesiapan Infrastruktur dan Pangan Jelang Nyepi dan Idulfitri, di Jakarta, Rabu (18/3).
Dia mencontohkan pengawasan daging. Satgas Pangan akan memonitor sentra-sentra produksi daging mulai dari tempat penggemukan sapi, rumah potong hewan (RPH), hingga ke pedagang di hilir.
Baca Juga: Senyum Bahagia Anak Yatim Piatu Terima Santunan dari Bupati Ciamis dan Anggota Dewan
“Sehingga kita bisa telusuri mana kala ada harga di atas HET (harga eceran tertinggi). Maka, trace-nya ketahuan siapa yang menaikkan harga yang tidak sesuai dengan aturan,” katanya.
Hal yang sama juga diberlakukan untuk memantau komoditas telur dan daging ayam.
Dengan begitu, Satgas Pangan bisa dengan mudah memantau di titik mana produsen melakukan mark up harga.
Jika terbukti ada yang mengerek harga, Satgas Pangan akan langsung memberikan sanksi mulai dari administratif seperti mencabut usaha hingga pidana jika ada kecurangan.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Pemkab Aceh Tamiang Lantik 2.393 PPPK Paruh Waktu
“Sudah ada beberapa contoh di beberapa tempat dan di waktu-waktu yang lampau. Siapa yang melanggar akan ditindak tegas karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak” kata Sudaryono.
Menurutnya, harga komoditas pangan strategis ini mendapat perhatian besar dari Presiden Prabowo Subianto.
“Bapak Presiden secara dekat, secara berkala, dan secara intens memonitor,” katanya.
Jika masih ditemukan ada harga sembako yang tidak sesuai HET, Sudaryono meminta masyarakat untuk aktif melaporkan. Baik itu melalui telepon atau melalui media sosial.
Artikel Terkait
Usulan 630 Ribu PPPK Guru Madrasah Swasta Ditolak Menpan RB, PGMM Sampaikan Pernyataan Sikap: Negara Jangan Diskrimiatif!
Curhatan Guru di Semarang saat Pelaksanaan MBG, Pulang Telat karena Harus Rapikan Ompreng SPPG
Viral Menu MBG Rapel 4 Hari di Pakem Sleman, Warganet Soroti Info Harga Ayam
Ribuan Guru Madrasah Swasta Siap Gelar Aksi Nasional Jilid 2 pada 2 Mei 2026, Tuntut Diangkat jadi PPPK
Viral Status WA Petugas SPPG di Purbalingga, Bikin Geram Warganet karena Tulisan ‘Rakyat Jelata Kurang Bersyukur’
Pesan Prabowo: Tanah BUMN Adalah Tanah Rakyat, Tak Boleh Dijual
Lebih Kecil dari MBG, Sebegini Anggaran Gaji Guru Madrasah Swasta jika Diangkat jadi PPPK
BGN Suspend 9 SPPG di Gresik Gegara Berikan Menu Ini pada MBG
Selamat, 97.122 Guru Lulus Sertifikasi, Kemenag: Mereka Berhak Mendapatkan Tunjangan Profesi
Kepala BGN Jambi Diduga Main Game saat Gubernur Al Haris Beri Arahan di Rakor Pengamanan Lebaran