PORTALOKA.ID - Ribuan guru madrasah swasta dari seluruh Indonesia akan menggelar Aksi Nasional Guru Madrasah Swasta Jilid 2 di Jakarta.
Aksi tersebut merupakan lanjutan dari Aksi Damai Guru Madrasah Swasta sebelumnya pada 30 Oktober 2025.
Menurut rencana, Aksi Nasional Guru Madrasah Swasta Jilid 2 akan digelar pada 2 Mei 2026.
Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) menyebut aksi ini juga sebagai respons atas sikap pemerintah yang tak kunjung menyelesaikan persoalan guru madrasah swasta.
Baca Juga: Curhatan Guru di Semarang saat Pelaksanaan MBG, Pulang Telat karena Harus Rapikan Ompreng SPPG
Terlebih lagi dengan adanya pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) yang menolak usulan PPPK guru madrasah swasta.
Situasi ini menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan guru madrasah swasta yang selama ini telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan, bahkan dengan keterbatasan kesejahteraan yang jauh dari layak.
Menurut PGMM, guru madrasah swasta adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional.
Mereka mendidik jutaan anak bangsa, menanamkan nilai keagamaan, moral, dan karakter.
Namun ironisnya, hingga kini masih banyak guru madrasah swasta yang hidup dalam ketidakpastian kesejahteraan dan kurangnya perlindungan profesi.
"Oleh karena itu, sebagai kelanjutan dari Aksi Damai Guru Madrasah Swasta tanggal 30 Oktober 2025, kami menyatakan sikap dan komitmen untuk kembali melaksanakan Aksi Nasional Guru Madrasah Swasta Jilid 2 pada 2 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional," kata Kang Galih, Pengurus Pusat PGMM.
Menurut Kang Galih, aksi tersebut sebagai bentuk perjuangan bersama untuk menuntut keadilan dan penghargaan yang layak bagi guru madrasah swasta di seluruh Indonesia.
"Kami menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, tetapi merupakan seruan moral dari para pendidik bangsa yang selama ini telah berjuang mencerdaskan generasi Indonesia dengan penuh pengabdian," tegasnya.
Artikel Terkait
Indonesia Enggan Dukung Resolusi DK PBB yang Kurang Berimbang pada Iran
Guru Madrasah Swasta Sampaikan 5 Tuntutan Pasca Usulan PPPK Ditolak Menpan RB: Siap Kepung Istana Demi Perjuangkan Kesetaraan
Pembagian MBG TK di Rawajitu Timur Lampung Ngaret, Siswa Sudah Pulang tapi Harus Kembali ke Sekolah
Curhat Driver Ojol di Solo Soal BHR 2026 Naik: Senang Banget
Viral Roti MBG Seribuan Ditulis Rp3.500 oleh SPPG: yang Bener Aja Bos!
Pandji Pragiwaksono Sentil Menu Fish and Chips untuk MBG Ramadan, SPPG Mojosongo Solo Buka Suara
2 Undang-Undang Ini Penyebab Guru Madrasah Swasta Gagal jadi PPPK, Salah Satu Pasal Dianggap Diskriminatif
Usulan 630 Ribu PPPK Guru Madrasah Swasta Ditolak Menpan RB, PGMM Sampaikan Pernyataan Sikap: Negara Jangan Diskrimiatif!
Curhatan Guru di Semarang saat Pelaksanaan MBG, Pulang Telat karena Harus Rapikan Ompreng SPPG
Viral Menu MBG Rapel 4 Hari di Pakem Sleman, Warganet Soroti Info Harga Ayam