Kamis, 4 Juni 2026

Setelah Banjir Bandang Melanda Sumatera, Ferry Irwandi Bongkar Fakta di Balik Gelondongan Kayu yang Terjang Rumah Warga

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Selasa, 23 Desember 2025 | 22:10 WIB
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera.  (Instagram @irwandiferry)
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera. (Instagram @irwandiferry)

Baca Juga: Tim Gabungan Masih Cari 1 Pendaki Gunung Merapi Asal Yogyakarta yang Dilaporkan Tersesat, 1 Orang Ditemukan Selamat

Influencer itu menambahkan, karakter ini mirip dengan yang dihadapi Swiss.

“Strategi efektif mengurangi kayu tadi ketemu di bottleneck ini," sebut Ferry.

"Dan dari beberapa negara yang gue riset, karakter ini paling mirip Swiss dan apa yang mereka lakukan bisa kita adaptasi,” sambungnya.

Adaptasi Metode Swiss dan Jepang

Dalam postingan yang sama, Ferry mengungkapkan solusi sebenarnya sudah tersedia melalui praktik terbaik internasional.

Baca Juga: Dilaporkan Tersesat, 1 Pendaki Gunung Merapi Asal Yogyakarta Berhasil Dievakuasi oleh Tim Gabungan, Begini Kondisinya

“Negara macam US, Jepang, swiss menghadapi masalah yang sama waktu banjir bandang dan ini menyebabkan apa yang disebut sebagai logjam,” ujarnya.

Ferry menekankan, langkah awal bukan membuang seluruh kayu, melainkan membersihkan titik krusial.

“Bersihin bottlenecknya, jembatan, tikungan sungai, pertemuan anak sungai ini harus beres dulu buat aliran stabil dan minim jebolan susulan,” sebutnya.

Sabo Dam dan Nilai Ekonomi Kayu

Selain pembersihan puing-puing pascabencana di Sumatera, Ferry mendorong pemasangan penahan kayu di hulu sungai.

Baca Juga: Jelang Perayaan Natal, Polri Gencarkan Perbaikan Gereja dan Posko Ibadah di Sumut

“Pasang dulu wood debris barrier di hulu DAS, di Jepang disebut sabo dam, fungsinya air lewat kayu ketahan,” jelasnya.

Ferry juga mengusulkan pemanfaatan kayu pascabencana agar memiliki nilai ekonomi, terlebih untuk kolaborasi lintas sektor.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X