Minggu, 11 Oktober 2026

Marak Lagi Modus Penipuan Kirim File APK Lewat WA, Ini Ciri dan Langkah Pencegahannya

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:48 WIB
Cara mencegah penipuan dengan modus file APK (NKRI 24 JAM)
Cara mencegah penipuan dengan modus file APK (NKRI 24 JAM)

PORTALOKA.ID - Penipuan dengan modus file APK terbaru 2026 melalui WhatsApp dapat dikenali dari file aplikasi berformat .apk yang dikirim dengan kedok undangan pernikahan, resi paket, atau dokumen pajak.

Untuk menghindari pencurian data, jangan memasang file tersebut sebelum memastikan sumbernya benar-benar tepercaya.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap modus penipuan yang memanfaatkan berkas APK.

Imbauan tersebut disampaikan melalui publikasi berjudul "Jangan Terpancing! Penipuan Menggunakan Berkas APK".

Baca Juga: Rocky Gerung Kritik Langkah DPR dalam Polemik Ijazah Gibran: Putusan MK Jangan Jadi Alat Politik

Dalam modus ini, pelaku berusaha membuat file aplikasi terlihat seperti dokumen biasa agar korban tertarik membuka atau memasangnya.

Karena itu, pengguna WhatsApp perlu lebih teliti saat menerima lampiran dari nomor yang tidak dikenal.

“Pihak instansi resmi, perbankan, maupun kurir ekspedisi tidak pernah mengirimkan file dokumen berformat 'apk',” tulis Diskominfo Jabar dalam laman resminya yang dikutip Minggu, 10 Oktober 2026.

Baca Juga: Kepala BGN Respons Polemik MBG Tak Dibagikan untuk Anak di Panti Asuhan, Begini Penjelasannya

Ciri-Ciri Penipuan APK Lewat WhatsApp

Salah satu ciri utama yang perlu diwaspadai adalah lampiran berakhiran .apk yang diklaim sebagai dokumen penting. File tersebut dapat disertai pesan yang mengatasnamakan kerabat, perusahaan, instansi pemerintah, atau jasa pengiriman barang.

Pengirim biasanya menggunakan nama atau informasi yang familier agar penerima tidak curiga.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap berbagai penyamaran, mulai dari undangan pernikahan atau acara, resi maupun foto paket ekspedisi, hingga surat tagihan dan teguran pajak.

Pesan semacam ini sengaja dirancang agar penerima merasa panik atau penasaran sehingga terdorong membuka lampiran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Arman Odie

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X