Jumat, 9 Oktober 2026

Wantimpres Berisi 26 Orang Dikritik Gemuk, Pratikno Ungkap Alasannya

Photo Author
Arman Odie, Portaloka
- Jumat, 9 Oktober 2026 | 08:54 WIB
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Pratikno (Instagram @pratikno)
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Pratikno (Instagram @pratikno)

PORTALOKA.ID - Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Pratikno memberikan penjelasan mengenai jumlah anggota lembaga yang dipimpinnya yang mencapai 26 orang.

Komposisi tersebut sebelumnya mendapat kritik karena dinilai terlalu banyak atau “gemuk”.

Pratikno mengatakan banyaknya anggota justru dapat memberikan keuntungan karena setiap orang membawa pengalaman dan pengetahuan dari latar belakang yang berbeda.

Keragaman tersebut dinilai dapat memperkaya masukan yang nantinya diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Putusan MK soal Ijazah Gibran Disorot, PDIP Dorong DPR Ambil Langkah

“Justru ini adalah keanggotaan yang paling kaya ya, paling kaya dalam artian kekayaan variasi pengalaman dan pengetahuan yang bervariasi. Jadi, kita harapkan justru akan menjadi lebih komprehensif,” kata Pratikno kepada awak media, Kamis (8/10/2026).

Menurut Pratikno, manfaat dari komposisi tersebut bukan hanya berasal dari pengetahuan dan pengalaman masing-masing anggota.

Ia juga menilai setiap anggota memiliki kearifan yang dapat memberikan perspektif berbeda ketika membahas suatu persoalan.

Para anggota Wantimpres nantinya akan dibagi berdasarkan bidang tertentu.

Baca Juga: Apa Itu Watimpres? Kenali Tugas, Fungsi dan Kedudukannya dalam Pemerintahan

Meski demikian, Pratikno mengatakan pembagian tersebut tidak dibuat terlalu kaku.

Pasalnya, sejumlah persoalan yang dihadapi pemerintah dapat berkaitan dengan lebih dari satu sektor.

Karena itu, pembahasan lintas bidang atau cross sectoral tetap diperlukan dalam memberikan pertimbangan kepada Presiden.

Sementara itu, Wakil Ketua Wantimpres Hatta Rajasa menilai jumlah anggota yang besar tidak otomatis membuat proses pembahasan maupun pengambilan keputusan menjadi tidak efektif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Arman Odie

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X