Menuliskan kisah apapun tentang Kerajaan Galuh selalu akan menimbulkan reaksi spontan yang berlebihan.
Disclaimer! Apa yang kami tuliskan adalah merangkum cerita dan pantun Bogor. Jika ada yang kurang tepat, boleh menanggapi dengan cara kirim artikel ke redaksi.
PORTALOKA.ID - "Jika suatu hari pohon Hanjuang tumbuh subur di tanah yang dikehendaki, maka itu pertanda kemenangan. Sebaliknya, jika suatu hari tanaman Hanjuang tumbuh layu dan kering, pertanda di daerah tersebut akan mengalami kekalahan."
Inilah keyakinan yang kuat pada masa itu. Di antara jenis pohon Hanjuang yang paling mistis dan sakral adalah Hanjuang Bodas. Konon pohon ini dijaga oleh para pengawal Prabu Siliwangi hingga titik darah terakhir.
Ini bukan tanaman yang bisa ditemukan oleh sembarang orang, hanya orang terpilih yang bisa menemukan pohon ini secara takdir Illahi.
Dalam tradisi mistis masa lalu, Hanjuang Bodas dipercaya memberi kekuatan spiritual luar biasa kepada orang yang menemukannya, mulai dari ketahanan fisik terhadap luka, pandangan batin yang tak kasat mata hingga kemampuan istimewa seperti jarak yang terasa dekat ketika berjalan.
Baca Juga: Ibukota Galuh di Kawali, Bukan di Baregbeg, Ini Penjelasan Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis
Kata "Hanjuang" sendiri penuh dengan makna filosofis, dalam bahasa Sunda kuno ia digambarkan dengan konsep batas, baik batas antara hidup dan mati, dunia nyata dan gaib atau batas ruang milik diri sendiri.
Dari cerita dan riwayat yang berkembang, selama ini banyak orang meyakini bahwa harimau putih adalah lambang Kerajaan Pajajaran. Gagah, buas, dan penuh wibawa.
Namun Pantun Bogor menyimpan kisah lain yang jauh lebih lirih sekaligus sakral. Menurut tuturan yang diwariskan almarhum Anis Djati Sunda, lambang sejati Pajajaran bukanlah binatang, melainkan sebatang pohon suci bernama Hanjuang Bodas.
Hanjuang Bodas bukan pohon biasa. Ia pernah tumbuh di Taman Mila Kancana, dirawat dengan penuh kehati-hatian, bahkan nyaris tak dikenali wujudnya oleh siapa pun.
Baca Juga: Kaweruh Leluhur Galuh: Situs Gunung Galuh di Sindangrasa Kabupaten Ciamis
Hanya dua sosok yang benar-benar mengetahui rahasianya, yaitu Prabu Siliwangi dan Aki Santarupa, sang penjaga jimat Pajajaran.
Pohon ini bukan sekadar tanaman, melainkan simbol hidup dari kejayaan, kearifan, dan roh Pajajaran itu sendiri.