Menurut Abah Kalong Hideung, pewaris Pantun Bogor, Hanjuang Bodas turut moksa bersama Hyang Prabu Siliwangi.
Ia tak musnah, tak pula berpindah. Konon, ia masih berkelana di sekitar Bogor, ngalanglang jagat sebagai kenangan abadi. Sebuah penanda rindu bagi generasi Sunda yang masih menyimpan Nyunda Jati Majapajaran dalam dirinya.
Baca Juga: Wisata Sejarah Kabupaten Ciamis, Jejak Peradaban Galuh yang Tetap Lestari
Kisah ini dirangkum dari berbagai sumber, tentu saja bukan sekadar cerita usang, tapi ini adalah cermin tentang kesetiaan dan kekeliruan manusia.
Ini juga renungan tentang bagaimana sebuah simbol bisa hidup melampaui wujudnya. Wallahu 'alam.***
Catatan:
Apabila dalam tulisan ini ada yang kurang tepat, boleh menanggapi dengan cara kirim artikel ke redaksi: [email protected], dengan subjek: Kronik Budaya Nusantara.
Artikel Terkait
Momen Oknum Polisi-TNI Peluk dan Cium Tangan Pedagang Es Jadul usai Viral Tuduhan Tak Berdasar di Medsos
Kemenag Ajukan Usulan Anggaran Tambahan Rp5,8 Triliun untuk Bayar TPG dan Dosen, Ini Target Waktu Pencairannya
Kapolresta Sleman Kena Semprot DPR Buntut Kasus Suami Jadi Tersangka usai Lawan Penjambret, Keliru Jabarkan Isi Pasal KUHP
Guru Madrasah Digaji Rp100 Ribu, Kemenag dan DPR Sepakat Bentuk Panja sebagai Solusi Komprehensif
3 Resep Makanan Enak yang Cara Bikinnya Simpel dan Cepat, Cocok untuk Menu Makan Sahur Puasa Ramadhan 2026
Secercah Harapan bagi Guru Madrasah, DPR Setujui Usul Tambahan Anggaran Kemenag Sebesar Rp27 Triliun untuk Kesejahteraan Guru
Kecelakaan Karambol 6 Kendaraan di Jalan Magelang Sleman Yogyakarta, 4 Orang Terluka