Belum lagi aktivitasnya sebagai santri yang cukup padat dengan waktu terbatas, membuatnya harus pandai membagi waktu.
Baca Juga: BAZNAS Ciamis Disorot Masyarakat Terkait Target Infak Rp10 Juta per Desa
Kiai Aam menegaskan, pesantren bukan menjadi penghambat bagi seseorang untuk berprestasi.
"Kami semakin yakin bahwa pesantren itu bukanlah penghambat untuk berprestasi dan prestise. Buktinya apa? Yang lolos ke Paskibraka Kabupaten itu ternyata anak yang 'nyantri nyakola', tidak hanya yang bersekolah di madrasah, mereka tinggal 24 jam di pesantren, tetapi itu tidak menghambat mereka bisa berprestasi di luar pendidikan pesantren," jelas Kiai Aam dengan penuh kebanggan.
Berkaca dari Wildan, Kiai Aam mengungkapkan bahwa anak santri pun bisa berprestasi, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga non akademik.
Kiai Aam menambahkan, pihaknya selalu mendukung dan memfasilitasi setiap siswa untuk meraih prestasi.
Madrasah yang terletak di Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya ini, memiliki beragam fasilitas untuk menunjang kegiatan siswa baik pengembangan akademik maupun ekstrakurikuler.
Baca Juga: Warga Dusun Depok Ciamis Antusias Ikuti Upacara HUT ke-81 RI, Rintik Hujan Tak Surutkan Semangat
Sinergi Orang Tua dan Sekolah Antarkan Siswa Raih Prestasi
Lebih lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Al Barkah ini juga menegaskan bahwa prestasi yang diraih Wildan bukan murni dari sekolah tetapi ada orang tua yang turut berperan.
Oleh sebab itu, Kiai Aam menekankan pentingnya sinergitas antara sekolah dengan orang tua untuk mendukung prestasi anak.
"Kita mensupport dari mulai seleksi administrasi, wawancara, sampai pada akhirnya ke Diklatsar dan pengukuhan, itu kita support full. Tentu kami juga melakukan komunikasi dengan orang tua," jelasnya.
"Jadi kita berkomunikasi dan menjalin kerjasama dengan orang tua. Jadi, prestasi ini memang bukan murni dari sekolah, tapi juga berkat dukungan dari orang tua," sambungnya.