pendidikan

Kegiatan MATAMUDA MA GUPPI Al Barkah Ciamis Dikemas Lebih Edukatif: Ciptakan Madrasah Ramah Anak

Senin, 13 Juli 2026 | 14:48 WIB
Murid baru MA GUPPI Al Barkah Ciamis mengikuti kegiatan MATAMUDA (Portaloka.id/Arman)

CIAMIS, PORTALOKA.ID - Mengawali tahun ajaran baru 2026/2027, Madrasah Aliyah (MA) GUPPI Al Barkah menggelar kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA).

Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari dari Senin-Jumat, 13-17 Juli 2026.

Seluruh rangkaian kegiatan MATAMUDA MA GUPPI Al Barkah dilaksanakan di lingkungan sekolah yang beralamat di Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis.

Kepala MA GUPPI Al Barkah, KH Aam Sihabulmilah, SE., mengatakan pelaksanaan MATAMUDA 2026 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Gedung MI Karangtengah Ciamis Memprihatinkan, Atap Bocor dan Rawan Ambruk, Tunggu Bantuan Tak Kunjung Datang

"Kegiatannya tidak terlalu banyak berubah dari sebelum-sebelumnya, cuma untuk yang sekarang berlangsung selama 5 hari dari Senin-Kamis, untuk Jumat diisi dengan MATACAKAP," jelasnya.

Aam menambahkan, sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Agama (Kemenag), MATAMUDA ditekankan agar madrasah lebih ramah anak.

Kegiatan MATAMUDA MA GUPPI Al Barkah diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah agar murid lebih mengenal tempat belajarnya.

Di samping itu, pihak sekolah juga bekerjasama dengan Puskesmas Sadananya untuk memberikan edukasi seputar kesehatan remaja dan mencegah penyalahgunaan narkotika.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Beri Kepastian Status bagi Guru dan Tendik PPPK Paruh Waktu Maksimal September 2026

Para murid juga bisa melakukan cek kesehatan gratis di sekolah.

"Kami juga bekerjasama dengan pihak TNI/Polri, Insya Allah yang sudah dihubungi itu dari Polsek Ciamis. Materinya terkait dengan tawuran, dan wawasan kebangsaan," terangnya.

Pada kegiatan tersebut, murid baru juga diwajibkan untuk membawa tanaman yang akan ditanam di lingkungan sekolah. Menurut Aam, ini merupakan implementasi dari ekoteologi.

"Saya kolaborasikan dengan MATACAKAP, di mana nanti mereka akan menanam di lingkungan sekolah. Kemudian, bagaimana ekoteologi itu mengaitkan lingkungan dengan unsur agama. Bagaimana menciptakan agar anak cinta lingkungan, cinta kebersihan, lingkungan yang tertib, menjaga tumbuhan aman, arahnya ke situ," paparnya.

Halaman:

Tags

Terkini