Ia juga mengimbau, bagi guru yang tidak ikut aksi di Jakarta untuk mendukung perjuangan para guru melalui doa.
"Tetap saling menguatkan bukan malah menjatuhkan apalagi menjegal, bantuan spirit doa dan bantuan dana sangat dibutuhkan. Karena pergerakan ini murni pure dari guru Indonesia secara pribadi," ujar Tedi Malik.
Aksi SIAGA 2026 (Ist)
Tedi menegaskan, aksi kali ini bukan formalitas dan sebatas seremonial, melaikan untuk memperjuangkan martabat guru Indonesia.
"Suara yang lama terpendam, kini bergema dalam kebersamaan. Langkah yang dulu sendiri, kini menjadi gerakan negeri. Kita satukan tekad, rapatkan barisan, kita perjuangkan keadilan bagi seluruh madrasah dan sekolah swasta Indonesia," tegasnya.***