PORTALOKA.ID - Kesejahteraan guru masih menjadi permasalahan yang belum tuntas.
Hingga kini, gaji guru masih menjadi persoalan serius yang dihadapi pemerintah.
Profesi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, nyatanya masih menghadapi berbagai persoalan termasuk gaji.
Fakta di lapangan menunjukkan, bahwa masih ada guru yang mendapat gaji jauh dari layak.
Baca Juga: Lika Liku Perjuangan Guru Madrasah Swasta Raih PPPK: Dari Jalur Diplomasi hingga Bentuk Aliansi
Terutama mereka yang berstatus sebagai guru honorer.
Bahkan jika dibandingkan dengan profesi lain, terjadi ketimpangan mencolok.
Hal itulah yang menjadi perhatian serius Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI).
Koordinator JPPI Ubaid Matraji menyoroti perbedaan mencolok antara gaji guru dengan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Ubaid, masih ada guru yang digaji Rp300 ribu. Padahal mereka telah mengabdi piluhan tahun.
Ia membandingkan dengan gaji pegawai SPPG yang dinilai lebih sejahtera.
“Jadi sangat miris sekali bagaimana guru yang sudah puluhan tahun aktif di sektor pendidikan, digaji Rp300 ribu, Rp400 ribu. Sementara untuk supir MBG yang baru masuk sekolah, itu lebih sejahtera," kata Ubaid.
Ketimpangan tersebut menurut Ubaid, tidak lepas dari adanya program MBG yang menelan anggaran sangat besar.