pendidikan

Cerita Haji Syamsudin dari NTB Ikut Aksi Damai di Jakarta, Bawa Cenderamata Kain Tenun Khas Bima untuk Presiden Prabowo

Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:17 WIB
Haji Syamsudin (pakai sorban) dari NTB Ikut Aksi Damai di Jakarta menuntut agar guru madrasah dan sekolah swasta diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). (Portaloka.id/Arman)

Baca Juga: Ribuan Guru Madrasah Bakal Hadiri Audiensi Akbar di Jakarta, Minta Prabowo Terbitkan Regulasi untuk Guru Madrasah

Meski dirinya mengaku tidak kecewa karena tak dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo, dirinya berharap apa yang menjadi harapan guru madrasah dapat dikabulkan.

"Kalau harapan kami ingin supaya teman-teman yang honorer ini bisa diangkat," tuturnya.

Silaturahmi dengan Menteri Agama

Ditanya terkait rencana selanjutnya usai mengikuti aksi damai, Syamsudin mengatakan berencana ingin silaturahmi dengan Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

"Sedang kami bangun komunikasi melalui staff beliau mudah-mudahan diberikan tanggapan," ucapnya.

Baca Juga: Jadwal Pendaftaran PPG Calon Guru 2025 Beserta Link Pendaftaran, Segera Daftar Sebelum Ditutup

Ribuan Guru Madrasah Minta Diangkat jadi PPPK

Diberitakan sebelumnya, sekitar 25.000 guru madrasah dan swasta ikut serta dalam aksi damai.

Mereka berasal dari empat organisasi profesi guru yakni Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN), dan Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI).

Sebelumnya para guru yang datang dari berbagai daerah di Indonesia melakukan long march dari Masjid Istiqlal menuju kawasan Patung Kuda.

Mereka membawa berbagai poster yang berisi tuntutan kepada pemerintah. Salah satunya menuntut agar guru madrasah dan sekolah swasta diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). ***

Halaman:

Tags

Terkini