Meski dirinya mengaku tidak kecewa karena tak dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo, dirinya berharap apa yang menjadi harapan guru madrasah dapat dikabulkan.
"Kalau harapan kami ingin supaya teman-teman yang honorer ini bisa diangkat," tuturnya.
Silaturahmi dengan Menteri Agama
Ditanya terkait rencana selanjutnya usai mengikuti aksi damai, Syamsudin mengatakan berencana ingin silaturahmi dengan Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
"Sedang kami bangun komunikasi melalui staff beliau mudah-mudahan diberikan tanggapan," ucapnya.
Baca Juga: Jadwal Pendaftaran PPG Calon Guru 2025 Beserta Link Pendaftaran, Segera Daftar Sebelum Ditutup
Ribuan Guru Madrasah Minta Diangkat jadi PPPK
Diberitakan sebelumnya, sekitar 25.000 guru madrasah dan swasta ikut serta dalam aksi damai.
Mereka berasal dari empat organisasi profesi guru yakni Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN), dan Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI).
Sebelumnya para guru yang datang dari berbagai daerah di Indonesia melakukan long march dari Masjid Istiqlal menuju kawasan Patung Kuda.
Mereka membawa berbagai poster yang berisi tuntutan kepada pemerintah. Salah satunya menuntut agar guru madrasah dan sekolah swasta diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). ***
Artikel Terkait
Aksi Nekat 4 Pemuda Mabuk Lempari Dump Truk Pakai Batu di Camplong Fatuleu Kupang NTT, Begini Endingnya
Buron 19 Hari, Pria Asal Kupang NTT Dibekuk Polisi Gegara Melakukan Aksi Penikaman, Berawal dari Mabuk Miras Joget di Acara Nikahan
Ribuan Guru Honorer Madrasah Swasta Gelar Aksi Damai di Depan DPRD Kabupaten Ciamis, Tuntut Kesetaraan dan Kesejahteraan
Puluhan Ribu Guru Swasta Gelar Aksi Damai di Jakarta, Tuntut Diangkat Jadi PPPK
Guru Honorer Madrasah Anak Tiri di Negeri Sendiri, Kisah Pedih Saeful Husna, 20 Tahun Mengajar Gaji Dibawah UMR