Baca Juga: Kokoy Rokayah, 35 Tahun Mengabdi jadi Guru Honorer Madrasah Tanpa Kepastian Gaji
Untuk itu Ia meminta agar guru madrasah dan sekolah swasta diangkat menjadi PPPK.
"Kita punya hak dan tanggung jawab yang sama mendidik anak-anak negeri ini. Tapi kenapa perhatian negara masih diskriminatif," katanya.
"Oleh karena itu kepada Pak Prabowo dan menteri keuangan yang baru mereka sudah komitmen untuk agar 2026 memberikan afirmasi yang sama negeri dan swasta. Oleh karena itu tuntutan kita sama yaitu PPPK," tegasnya.
Ketua PGIN, Sutikno mengungkapkan aksi damai kali ini merupakan puncak dari rangkaian perjuangan yang telah dilakukan sebelumnya.
Baca Juga: Surat Cinta Guru Madrasah Swasta untuk Presiden Prabowo: Jangan Lagi Ada Diskriminasi Terhadap Kami
Dikatakan Sutikno, organisasi guru sebelumnya sudah melakukan berbagai langkah mulai dari audiensi dengan Komisi VIII DPR RI hingga Badan Legislasi.
"Harapan kita puncaknya pada 2025 ini seluruh guru madrasah swasta di PPPK-kan.
"Terkait anggaran, ini sangat mudah. MBG saja bisa terlaksana apalagi mensejahterakan guru," tegasnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan Ketua PGMNI, Hari Purnama. Menurutnya aksi damai hari ini untuk menunjukkan kekuatan guru madrasah.
Dia meminta agar Presiden Prabowo mensejahterakan guru madrasah swasta.
"Saya kira ini adalah titik nadir dari guru madrasah untuk bisa menggedor kebijakan pemerintah," ujarnya.
Para perwakilan organisasi guru meminta agar bisa bertemu dengan pihak istana.