"Karena ini hal baru, tentu akan kami lihat terlebih dahulu. Nilai TKA menjadi salah satu komponen pada jalur prestasi. Jika sebelumnya hanya menggunakan nilai rapor, sekarang ditambah nilai TKA dan semuanya akan dihitung oleh sistem," katanya.
Menurut Agus, hasil TKA dan nilai kelulusan peserta didik di wilayah Jakarta Barat juga akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada tahun-tahun mendatang.
"Kita harus melihat di mana kekuatan dan kelemahannya. Ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan setiap tahun," ujarnya.
Agus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.
Baca Juga: Banyak SPPG Umumkan Operasional Berhenti Sampai Batas Waktu Tak Tentu, Ini Penyebabnya
Diperlukan kolaborasi seluruh pihak dalam ekosistem pendidikan, mulai dari orang tua, sekolah, lingkungan hingga media massa.
"Orang tua, sekolah, lingkungan, dan rekan-rekan media menjadi kekuatan besar untuk bersama-sama mengawal anak-anak agar mampu menjadi generasi emas Indonesia 2045," tuturnya.***
Artikel Terkait
Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri Kabupaten Bogor Kembangkan Sayap, Bentuk Pengurus di 40 Kecamatan
Pernah Dibela Dadan Hindayana, Ini Sosok Anak Pejabat DPRD Sulsel yang Diduga Monopoli Kepemilikan 41 Dapur MBG
3 Mantan Pentolan BGN Terjerat Skandal Korupsi, Ribuan Motor Listrik SPPG Senilai Rp1 T Dinilai Masih Buram Nasibnya
2 Pemuda Terancam 6 Tahun Bui dan Denda Rp60 Miliar, Gegara Beli 25 Liter BBM Pakai Jeriken di Medan, Begini Kronologinya
Di Balik Jeratan Kasus Korupsi, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Pernah Dibayangi Isu Pengadaan IT Rp1,2 Triliun
Mantul Pisan! 5 Kuliner Jawa Barat Ini Menggoda Dunia, Juaranya dari Kota Bandung
Nobar Film 'Semua Akan Baik Baik Saja' Digelar Serentak di 7 Kota, Perkuat Pesan Inklusivitas dan Kesetaraan bagi para Disabilitas
Detik-Detik Gempa Bumi Guncang Bangunan Sekolah SD di Davao Filipina, Jadi Guncangan Terkuat pada Tahun 2026