Kamis, 4 Juni 2026

Guru Honorer Madrasah Anak Tiri di Negeri Sendiri, Kisah Pedih Saeful Husna, 20 Tahun Mengajar Gaji Dibawah UMR

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:54 WIB
Muhammad Saeful Husna, guru honorer madrasah asal Subang, Jawa Barat ikut aksi damai di Jakarta, berharap jadi PPPK (Portaloka.id/Arman)
Muhammad Saeful Husna, guru honorer madrasah asal Subang, Jawa Barat ikut aksi damai di Jakarta, berharap jadi PPPK (Portaloka.id/Arman)

JAKARTA, PORTALOKA.ID - Wajah mulai menua dan berkeriput. Usianya mendekati setengah abad, tapi ia tak menyerah menekuni dunia pendidikan.

Dia adalah guru honorer madrasah bernama Muhammad Saeful Husna. Usia mudanya dihabiskan di depan kelas.

Madrasah tempatnya mencurahkan ilmu berdiri karena tekad ikut mencerdaskan bangsa.

Tapi kemampuan finansial madrasah tersebut tidak memadai. Maka tak heran guru digaji dibawah UMR. Tidak manusiawi memang karena tak bisa memenuhi kebutuhan pokok sang guru.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Dukung Asta Cita untuk Kesejahteraan Rakyat, BRI Siap Salurkan BLTS Kesra

Namun Saeful tak menyerah, ia terus berjuang menularkan ilmu kepada murid-muridnya dengan tulus dan ikhlas hingga menembus langit ke tujuh.

Rasa syukurnya melebihi perhitungan logika biasa, hingga tak terasa telah menghabiskan waktu 20 tahun.

"Diujung usia ini saya hanya berharap ada kesetaraan dan keadilan bahwa guru honorer madrasah swasta juga bisa diangkat menjadi ASN. Bagi saya jadi PNS dan PPPK itu harga mati, jangan ada diskriminasi dengan guru di sekolah negeri," ujar Saeful yang ditemui dalam aksi unjuk rasa di Patung Kuda Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2025.

Guru honorer yang mengajar di MTs Al-Muta'alimin Subang, Jawa Barat ini berharap Presiden Prabowo Subianto bertindak adil dalam regulasi kebijakan pengangkatan guru.

Baca Juga: Puluhan Ribu Guru Swasta Gelar Aksi Damai di Jakarta, Tuntut Diangkat Jadi PPPK

Dulu saat kampanye pemilihan presiden, Prabowo berjanji akan memperbaiki nasib guru.

"Saya dan ribuan guru honorer yang senasib berharap Presiden Prabowo mendengar aspirasi ini. Jangan ada diskriminasi terhadap guru yang di sekolah negeri dan swasta," ucapnya.

Saeful-Saeful lainnya juga ada di setiap kabupaten dan kota di Indonesia. Guru-guru honorer madrasah itu seperti anak tiri di negeri sendiri.

Jerih payah dan keringatnya tak sebanding dengan penghargaan yang mereka terima.

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X