lokacarita

Serial Kanjeng Sunan - Bagian 11: Fatwa dari Abu dan Asap

Jumat, 13 Februari 2026 | 13:43 WIB
Ilustrasi - Arya Damar menghasut masyarakat Cimaung bahwa Kanjeng Sunan membawa ajaran sesat. (Portaloka.id)

“Kalau masjid dibakar, kita bangun lagi,” kata seorang di antara mereka.

Kanjeng Sunan tersenyum tipis.

Fitnah memang bisa membakar nama, tapi ia tak pernah benar-benar mampu memadamkan keyakinan.

Di langit Cimaung, bulan menggantung pucat. Kampung itu terasa gaib antara adat dan akal sehat, antara takut dan harap.

Baca Juga: Misalin: Tradisi Budaya Galuh Salawe, Simbol Syi'ar Islam dalam Upacara Adat

Dan di ujung malam, Kanjeng Sunan berdoa bukan agar dirinya dibela,melainkan agar warga yang memfitnahnya kelak menemukan cahaya yang sama.

Sebab kadang, yang paling keras menuduh sesat adalah yang paling takut kehilangan kuasa.*** (Bersambung)

Halaman:

Tags

Terkini

Misalin: Kala Angin Syaban Menyapa dan Jiwa Berubah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:12 WIB

Nyepuh: Jejak Penyucian Diri dari Tanah Ciomas

Jumat, 30 Januari 2026 | 08:55 WIB