“Kalau masjid dibakar, kita bangun lagi,” kata seorang di antara mereka.
Kanjeng Sunan tersenyum tipis.
Fitnah memang bisa membakar nama, tapi ia tak pernah benar-benar mampu memadamkan keyakinan.
Di langit Cimaung, bulan menggantung pucat. Kampung itu terasa gaib antara adat dan akal sehat, antara takut dan harap.
Baca Juga: Misalin: Tradisi Budaya Galuh Salawe, Simbol Syi'ar Islam dalam Upacara Adat
Dan di ujung malam, Kanjeng Sunan berdoa bukan agar dirinya dibela,melainkan agar warga yang memfitnahnya kelak menemukan cahaya yang sama.
Sebab kadang, yang paling keras menuduh sesat adalah yang paling takut kehilangan kuasa.*** (Bersambung)
Artikel Terkait
DPR Pasang Badan Siap Perjuangkan Guru Madrasah Swasta agar Bisa Segera Diangkat jadi PPPK
Wadirut MIND ID Jelaskan Konsep Indonesia Naik Kelas, Kunci Tekan Kemiskinan di Bawah 5 Persen
Tak Perlu Khawatir, Stok LPG dan BBM Aman Jelang Ramadan dan Lebaran
Kemenag Usulkan 630 Ribu Formasi PPPK Guru Madrasah Swasta, Kapan Pengangkatannya?
Saat Media Lokal Priangan Timur Memilih Satu Wadah SWAKKA
Catat! Ini Jadwal Libur dan WFA Lebaran 2026, PNS dan PPPK Bisa Mudik Hingga Dua Minggu
MTs Janggala Ciamis Sukses Gelar Invitasi Olahraga Antar SD/MI se-Kecamatan Cidolog 2026
MI Bojongsari Ciamis Buka Pendaftaran Penerimaan Murid Baru 2026, Siap Cetak Generasi Berakhlakul Karimah, Ini Sederet Program Unggulannya
Di Rakornas KSPSI, Dasco Tegaskan DPR dan Pemerintah Kejar Target Selesaikan UU Ketenagakerjaan
Apakah 630 Ribu Guru Madrasah Swasta akan Diangkat Sekaligus jadi PPPK? Begini Penjelasan Kemenag