Minggu, 19 Juli 2026

Serial Kanjeng Sunan - Bagian 9: Ketika Hantu Lebih Dipercaya daripada Manusia

Photo Author
Bang Sufi, Portaloka
- Minggu, 8 Februari 2026 | 20:41 WIB
Ilustrasi - Kanjeng Sunan ajak masyarakat Cimaung menggunakan akal sehat tapi ditentang Arya Damar (Portaloka.id)
Ilustrasi - Kanjeng Sunan ajak masyarakat Cimaung menggunakan akal sehat tapi ditentang Arya Damar (Portaloka.id)

Kalimat itu menyebar seperti wabah, lebih ditakuti daripada penyakit.

Suatu malam, sesajen lengkap dipersembahkan. Namun anak seorang janda tetap mati kelaparan.

Sunyi.
Tak ada makhluk gaib datang menjelaskan.
Tak ada mantra yang meminta maaf.

Di situlah akal sehat mengetuk, pelan tapi keras.

Kampung Cimaung belum memilih. Apakah akal sehat atau tetap mantra gaib? Yang pasti gaib masih berkuasa, dan akal sehat masih dicurigai.

Baca Juga: Ngikis: Pertemuan Islam dan Tradisi Budaya Sanghyang Galuh

Namun satu hal berubah. Orang-orang mulai sadar, bahwa ketakutan bisa diwariskan tapi kesadaran harus diperjuangkan.

Kanjeng Sunan berkata lirih:
“Gaib bukan musuhku. Yang ku tentang adalah kebodohan yang berlindung di baliknya.”*** (Bersambung)

Halaman:

Editor: Arman Odie

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Misalin: Kala Angin Syaban Menyapa dan Jiwa Berubah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:12 WIB

Nyepuh: Jejak Penyucian Diri dari Tanah Ciomas

Jumat, 30 Januari 2026 | 08:55 WIB
X