Dalam masyarakat Sunda, minyak kelapa ini disebut minyak keletik.
Baca Juga: Situs Patilasan Eyang Raden Natanagara Panawangan Ciamis Dirusak Massa dan Dihina Eyang Pedut
Dari proses pengolahan minyak kelapa ini menghasilkan residu atau ampas yang kemudian diolah menjadi galendo.
Ampas kelapa yang diolah menjadi galendo ini dijadikan kudapan oleh masyarakat.
Galendo Dalam Berbagai Varian Rasa
Seiring dengan perkembangannya, galendo telah berubah menjadi makanan khas yang dijadikan oleh-oleh.
Baca Juga: Jarang yang Tahu, Ini Asal Muasal Cuanki, Kuliner Legendaris dari Kota Bandung
Untuk menarik banyak peminat, galendo tidak hanya disajikan dalam satu rasa, melainkan dibuat dalam berbagai varian rasa.
Kini, galendo tersedia dalam berbagai macam rasa, seperti rasa keju, rasa pisang, rasa wijen, dan lain-lain.
Galendo yang semua hanya kudapan masyarakat biasa, kini menjelma menjadi makanan modern yang kerap dijadikan buah tangan saat berkunjung ke daerah lain.***