Kamis, 4 Juni 2026

Mencicipi Ketan Munyuk, Kuliner Unik Khas Cokro Tulung Klaten, Manis Gurih Cuma Rp 5 Ribu Saja, Cobain Yuk!

Photo Author
Wulan Kurnia Putri, Portaloka
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 09:45 WIB
Ketan Munyuk Kuliner Khas Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Portaloka.id/WKP)
Ketan Munyuk Kuliner Khas Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Portaloka.id/WKP)

Disebut Ketan Munyuk karena jajanan tradisional tersebut terbuat dari ketan hitam dan dibalur dengan parutan kelapa.

Baca Juga: Mencicipi Kepelan Camilan Unik Khas Klaten yang Legendaris, Nikmat Dimakan saat Masih Hangat Pakai Sambal Bawang yang Pedas Mantap

Satu porsi Ketan Munyuk dijual seharga Rp 5 ribu saja.

"Ketan Munyuk makanan tradisional khas Cokro yang akan kita lestarikan untuk anak cucu kita."

"Bahannya dari ketan, kelapa dan gula Jawa."

"Nama Ketan Munyuk itu karena warnanya hitam dan ada kelapa putih seperti rambut munyuk."

"Proses pembuatannya ketan direndam selama 3 jam lalu dikukus, setelah itu dicampur kelapa dan gula Jawa dan dibuat bulatan-bulatan itu," ucap Artika Sari kepada Portaloka.id.

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Wisata Kereta Lokamerta di Tirtomarto Klaten, Dari Lahan Tak Produktif Jadi Tempat Piknik yang Asik dan Istimewa

Salah satu pembeli, Meike Diena mengaku penasaran dengan nama makanan tradisional tersebut karena terlalu asing baginya.

Setelah melihat dan mencicipi, menurutnya rasa Ketan Munyuk ternyata enak, manis dan gurih.

"Datang bersama teman-teman dan makan Ketan Munyuk."

"Rasanya manis ada gurih dari kelapa dan didalamnya itu kenyal dari ketannya itu enak banget."

Baca Juga: Sensasi Memacu Adrenalin Naik Keranjang Sultan di The Honduras Klaten, HTM Rp 10 Ribu Bisa Foto untuk Posting IG Story

"Awalnya sempat berfikir kok namanya Ketan Munyuk dan unik saja, setelah dicoba enak mantab," ucap Meike Diena.

Selain Ketan Munyuk, ibu-ibu PKK Desa Cokro juga membuat olahan nasi jagung pepes salem dengan memanfaatkan bahan jagung yang banyak dihasilkan masyarakat setempat. ***

Halaman:

Editor: Wulan Kurnia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X