Baca Juga: Resep Smoothie Blueberry yang Kaya Vitamin, Cocok untuk Membantu Meningkatkan Kesehatan Jantung
2. Berpotensi Meredakan Sembelit
Kurma secara tradisional telah digunakan dalam pengobatan Tunisia sebagai obat sembelit.
Hal itu selanjutnya dikonfirmasi oleh sebuah penelitian hewan yang menguji efek ekstrak daging kurma dan nira aren pada aktivitas transit gastrointestinal (GIT) pada tikus dewasa yang sehat.
Dalam studi terpisah, orang yang mengonsumsi 7 kurma setiap hari selama tiga minggu melihat peningkatan yang signifikan dalam frekuensi tinja dan peningkatan pergerakan usus.
3. Kaya Serat Makanan
Sebuah studi tahun 2005 menekankan tingginya kadar serat makanan dalam kurma, terutama jenis yang tidak larut.
Serat tidak larut dalam kurma tidak hanya menambah jumlah tinja tetapi juga dapat meringankan gejala sembelit.
Menurut tinjauan yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition Reviews, serat juga dapat membantu dalam pengobatan kondisi seperti penyakit refluks gastroesofageal (GERD), divertikulitis, dan wasir.
4. Mengatasi Kolesterol dan Kesehatan Pembuluh Darah
Penelitian yang dilakukan oleh Waseem Rock dan rekan-rekannya di Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan bahwa konsumsi kurma efektif menurunkan kadar trigliserida dan melawan stres oksidatif.
Keduanya merupakan faktor risiko signifikan bagi kesehatan jantung dan penumpukan plak lemak di arteri, yang dikenal sebagai aterogenesis.
Sebuah studi tahun 2021 menyoroti bahwa kurma kaya akan polifenol, terutama flavonoid, mikronutrien tertentu, dan serat makanan.