Baca Juga: Tak Hanya soal Komunikasi, Psikolog Keluarga Sebut Masalah Sering Muncul karena Faktor Ekonomi
Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, mengatakan bahwa film memiliki kekuatan untuk membangun empati sekaligus menjembatani berbagai kelompok masyarakat dalam ruang yang setara.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa ruang budaya harus menjadi ruang bersama. Ketika komunitas disabilitas dan komunitas kreatif berkumpul dalam satu pengalaman yang sama, lahir pemahaman, solidaritas, dan energi kolaborasi yang lebih kuat," ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga diperkuat oleh Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang selama ini konsisten mendorong kolaborasi lintas komunitas dan penguatan ekosistem kreatif berbasis inklusivitas.
Melalui jejaring kota dan kabupaten kreatif di berbagai daerah, ICCN terus mendorong terciptanya ruang yang terbuka bagi seluruh masyarakat, termasuk kelompok disabilitas, untuk terlibat aktif dalam aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi kreatif.
Baca Juga: Mantul Pisan! 5 Kuliner Jawa Barat Ini Menggoda Dunia, Juaranya dari Kota Bandung
Pelaksanaan kegiatan di tujuh kota didukung oleh berbagai jejaring komunitas kreatif ICCN di daerah, yaitu Adapun jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang menjadi penyelenggara di daerah-daerah adalah sebagai berikut: Malang Creative Fusion, Cianjur Creative Network, Bau-bau Creative Forum, Buton Tengah Creative, Korda ICCN Kepulauan Riau, Korda ICCN Jakarta, Korda ICCN Tanjung Pinang dan Komunitas Rumaksi Pontianak.
Film "Semua Akan Baik Baik Saja" sendiri menghadirkan kisah tentang keluarga yang berusaha bangkit setelah kehilangan, belajar menerima perbedaan, dan menemukan kembali makna kebersamaan.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan kehadiran teman-teman disabilitas dalam kegiatan nobar di berbagai kota sebagai bagian dari ruang bersama yang merayakan keberagaman dan kesetaraan.
Melalui kegiatan nobar serentak ini, para penyelenggara berharap pesan hangat yang dihadirkan film "Semua Akan Baik Baik Saja" dapat menjadi pengingat bahwa keluarga, persatuan, keberagaman, dan inklusivitas merupakan nilai-nilai yang perlu terus dirawat bersama dalam kehidupan bermasyarakat.***
Artikel Terkait
Peristiwa Berdarah di Sragen: Siswa SD Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah, Sendirian saat Terjadi Perampokan
3 Poin Penting dalam Konsinyering Penguatan Layanan Program Subdit Profesi Guru yang Digelar Kementerian Agama
5 Destinasi Wisata Paling Banyak Dikunjungi di Jawa Barat pada Libur Panjang Mei-Juni 2026, Juaranya Bukan Pantai
Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri Kabupaten Bogor Kembangkan Sayap, Bentuk Pengurus di 40 Kecamatan
Pernah Dibela Dadan Hindayana, Ini Sosok Anak Pejabat DPRD Sulsel yang Diduga Monopoli Kepemilikan 41 Dapur MBG
3 Mantan Pentolan BGN Terjerat Skandal Korupsi, Ribuan Motor Listrik SPPG Senilai Rp1 T Dinilai Masih Buram Nasibnya
2 Pemuda Terancam 6 Tahun Bui dan Denda Rp60 Miliar, Gegara Beli 25 Liter BBM Pakai Jeriken di Medan, Begini Kronologinya
Di Balik Jeratan Kasus Korupsi, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Pernah Dibayangi Isu Pengadaan IT Rp1,2 Triliun
Pimda PGMM Bondowoso Optimis Konsinyering Kemenag Bakal Lahirkan Regulasi Afirmasi ASN PPPK Guru Madrasah Swasta