Di sisi lain, kebijakan tersebut menjadi sorotan lantaran dianggap melukai hati para guru dan tenaga kesehatan (Nakes) yang telah lama mengabdi.
Edy berharap, kebijakan pengangkatan pegawai SPPG jadi PPPK memberi efek domino bagi penyelesaian status guru honorer dan nakes.
"Yang tidak adil adalah, kan para nakes dan guru protes yang sudah mengabdi lama. Dan itu bukan wilayah kita di Komisi IX. Ini PR Bapak juga," tegasnya.
Dia pun lantas membandingkan gaji sopir MBG lebih besar dari gaji guru honorer.
Baca Juga: VIRAL! Tangis Guru Honorer Pecah, Bandingkan Gajinya dengan Sopir MBG: Miris Hati Saya
Edy meminta agar Kepala BGN bisa meyakinkan Presiden Prabowo agar pengangkatan PPPK bagi SPPG juga bisa dibarengi dengan penyelesaian persoalan guru honorer dan tenaga kesehatan.
"Bapak harus meyakinkan itu juga dengan Presiden. Kalau tidak, nanti protesnya berlanjut-lanjut. Tuh sopir MBG yang mengantar, gajinya lebih tinggi dari yang mengantar," ucapnya.
Perbandingan Gaji Pegawai SPPG dengan Guru Honorer
Jika melihat perbandingan gaji antara pegawai SPPG dengan guru honorer memang terjadi ketimpangan.
Baca Juga: Meroket! Kepala BGN Ungkap Program MBG Tahun 2026 Sedot Anggara Rp248 Triliun
Dikutip dari Instagram @jabatstats, selisih gaji antara pegawai SPPG dengan guru honorer mencapai Rp4 juta per bulan.
Sebagai perbandingan, berikut rincian gaji SPPG MBG dengan guru honorer.
Gaji SPPG MBG
- Kepala Dapur SPPG: Rp4 juta