PORTALOKA.ID-- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggencarkan literasi pasar modal hingga ke daerah.
Kali ini, OJK menyasar ratusan ASN Kabupaten Batang lewat program Capital Market Goes to Office 2026, di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Sebanyak 400 ASN Kabupaten Batang dibekali jurus 2L untuk menangkal investasi bodong.
Kegiatan yang digelar di Pendopo Kabupaten Batang ini dihadiri Wakil Bupati Batang Suyono, jajaran Forkopimda, kepala dinas, dan diikuti hampir 400 ASN secara langsung serta ratusan lainnya secara daring melalui kanal YouTube OJK.
Baca Juga: OJK Tegal Perluas Literasi Keuangan di Kalangan Pelajar Lewat KOMPEK 2026
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK RI, Hasan Fawzi dalam wawancaranya mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan ASN.
"Melalui kegiatan ini, kami dapat memberikan pemahaman, literasi, dan edukasi kepada seluruh ASN Kabupaten Batang untuk mulai memiliki kesadaran berinvestasi, juga memahami peluang dan yang lebih penting risiko-risiko investasinya," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pemahaman profil risiko dan tujuan investasi agar masyarakat terhindar dari investasi ilegal. OJK kembali mengingatkan tagline 2L sebagai pegangan utama.
"Yang pertama harus berinvestasi di industri dan penyelenggara yang legal, yang memiliki kelengkapan izin. Lalu L yang kedua harus logis, jangan tergiur iming-iming keuntungan berlebihan secara cepat," tegasnya.
Kabupaten Batang dipilih bukan tanpa alasan. Batang dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar dengan hadirnya KITB. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi Batang pada kuartal III yang mencapai 8,38 persen, jauh di atas rata-rata nasional.
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, minat investasi masyarakat Batang juga melonjak signifikan.
Menurutnya, dalam satu tahun terakhir, jumlah investor pasar modal di Batang meningkat lebih dari 100 persen dan kini telah melampaui 66.000 Single Investor Identification (SID).
"Pada hari ini bahkan kita saksikan, tidak kurang ada 400 ASN yang baru mulai membuka rekening efek dan menjadi bagian dari investor pemula di pasar modal melalui perusahaan efek yang berizin resmi di OJK," tambahnya.