“Saya tidak bilang itu program apa, saya tidak mention korbannya siapa, namanya, dan segala macem,” sambungnya.
Menurutnya, isu yang beredar hanya ‘cocoklogi’ dengan kasus dugaan keracunan MBG.
“Dari pihak yang menyebarluaskan melakukan cocoklogi oleh salah satu korban KLB yang ada di Karo. Jadi, saya ucapkan sekali lagi minta maaf atas segalanya, itu tidak ada saya ingin viral atau menyinggung korban atau programnya,” paparnya lagi.
Baca Juga: Rumah ASN di Cileunyi Bandung Digerebek Polisi, Ditemukan Puluhan Pohon Ganja
Unggah Video di Status WhatsApp
Mengenai asal video, GP membeberkan bahwa video itu diunggah di Status WhatsApp yang sudah ia kecualikan dari banyak orang.
“Diunggah di Status WhatsApp aja sebenarnya dan sudah saya exclude dari banyak orang, ternyata dari close friend itu ada yang menyebarluaskan, di-upload di story dia sehingga penonton dari orang tersebut bisa menyebarluaskan kemana-mana hingga terjadi kegaduhan di sosial media,” terangnya.
“Mohon maaf sekali lagi, terima kasih,” tukasnya.
Adapun Badan Gizi Nasional (BGN) regional DIY pun telah menindaklanjuti dan memberikan teguran pada pihak terkait, termasuk dengan SPPG tempatnya bekerja.***