Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembiayaan yang lebih cepat dan tepat bagi UMKM yang memenuhi persyaratan, sekaligus memperkuat kualitas informasi dalam proses analisis kredit dan pembiayaan.
Perkuat Literasi dan Ekosistem Pembiayaan UMKM
Selain memperluas akses pembiayaan, OJK memandang peningkatan literasi keuangan sebagai bagian penting dalam membangun UMKM yang tangguh dan berkelanjutan.
Untuk itu, OJK terus mendorong peningkatan literasi keuangan, penguatan akses pembiayaan, pelaksanaan business matching, serta pengembangan ekosistem pembiayaan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.
Di wilayah kerja OJK Tegal, kegiatan literasi keuangan juga terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Sepanjang 2022 hingga 2025, OJK telah melaksanakan berbagai kegiatan literasi keuangan yang melibatkan masyarakat di wilayah kerja OJK Tegal.
Upaya memperluas akses pembiayaan juga dilakukan melalui program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) yang dilaksanakan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Dalam program tersebut, sebanyak 16 lembaga jasa keuangan terlibat dalam penyaluran kredit atau pembiayaan kepada masyarakat.
Selain itu, dalam rangka meningkatkan perlindungan bagi UMKM di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, Kantor OJK Tegal pada triwulan II 2026 telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tegal dan Pemerintah Kabupaten Brebes untuk memfasilitasi pemanfaatan asuransi sebagai salah satu bentuk perlindungan terhadap risiko usaha.
Dorong UMKM Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Daerah
OJK meyakini UMKM memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian daerah. Oleh karena itu, perluasan akses pembiayaan perlu berjalan beriringan
dengan peningkatan kapasitas usaha, literasi keuangan, serta keterhubungan UMKM dengan lembaga jasa keuangan dan pasar.
OJK akan terus mendukung program prioritas pemerintah melalui penerbitan kebijakan, penguatan koordinasi, dan pelaksanaan berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan akses pembiayaan serta memperkuat inklusi keuangan.