CIAMIS, PORTALOKA.ID - Usai prosesi ritual penobatan Wawakil Raja Galuh, rangkaian acara berlanjut dengan pembubuhan tanda tangan dukungan oleh para kasepuhan dan kabuyutan Galuh dari berbagai daerah di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Mereka membubuhkan tanda tangan pada lembaran kain putih sebagai simbol dukungan dan restu masyarakat Galuh terhadap penobatan Raden Rafik Radinal Mokhtar sebagai Wawakil Raja Galuh.
Lembaran kain putih tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara setelah ritual penobatan selesai.
Tanda tangan para kasepuhan dan kabuyutan menjadi penanda dukungan yang diberikan dalam prosesi di Keraton Selaggangga.
Kehadiran para kasepuhan dan kabuyutan dari berbagai daerah di Kabupaten Ciamis juga memperlihatkan keterlibatan unsur masyarakat Galuh dalam rangkaian penobatan tersebut.
Dukungan itu melengkapi rangkaian ritual yang telah dilalui Raden Rafik sejak penyambutan calon raja, sungkeman, pencipratan air Galuh, arak-arakan menuju Singgasana, penyematan mahkota, penyerahan pusaka keris, hingga pemberian panji Bunga Cakra.
Simbol Adat dan Jejak Sejarah Galuh
Penobatan Wawakil Raja Galuh berlangsung melalui rangkaian yang bertahap. Setiap prosesi membawa simbol tersendiri, dari air yang berasal dari mata air Galuh hingga mahkota, pusaka keris dan panji Bunga Cakra.
Baca Juga: Penobatan Wawakil Raja Galuh, Raden Rafik Jalani Ritual Adat hingga Dapat Dukungan Kasepuhan Galuh
Setelah ritual selesai, dukungan para kasepuhan dan kabuyutan dituangkan melalui tanda tangan di atas kain putih.
Rangkaian tersebut membuat prosesi penobatan di Keraton Selaggangga tidak hanya berlangsung sebagai seremoni, tetapi juga menghadirkan sejumlah simbol yang berkaitan dengan tradisi dan sejarah Galuh.
Bagi Raden Rafik Radinal Mokhtar, penobatan tersebut ditandai dengan perjalanan melalui sejumlah ritual adat sebelum akhirnya menerima simbol-simbol kebesaran di kursi Singgasana.
Sementara bagi Ciamis, prosesi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga perhatian terhadap warisan Galuh.