"Astaghfirullah. Pindah ke RS St Madyang pak. Bersih."
Akun Oneng mempertanyakan mengapa ruang dengan kondisi tersebut masih digunakan.
"Bisa-bisanya juga masih dipakai ruangan seperti itu, berjamur, dindingnya lembab dan pengap. Bagaimana pasien cepat sembuh."
Sementara akun Mutia Violet berpendapat kondisi tersebut berkaitan dengan ketersediaan anggaran.
Baca Juga: Wamen LH Sebut Gerak Hijau 2026 sebagai Wujud Nyata Kolaborasi Membangun Indonesia Lebih Hijau
"Tergantung dana dari pemerintah daerah. Kalau ada pasti dibenahi. Rumah sakit umum berarti milik pemerintah setempat. Kalau mau menyalahkan pihak RSUD juga tidak bisa."
Komentar tersebut kemudian ditanggapi akun Irenk Irenyanti.
"Ke mana uang parkir selama ini?"
Sedangkan akun Nidar menilai rumah sakit pemerintah memiliki beberapa sumber pendanaan sehingga fasilitas seharusnya tetap terpelihara.
"Justru yang aneh itu rumah sakit pemerintah kenapa bisa seperti itu, karena mereka bisa mendapat beberapa pemasukan dari BPJS, anggaran dari pemda setempat, termasuk pengelolaan parkir."
Adapun akun Zky Syaqueen mempertanyakan mekanisme pemeliharaan gedung rumah sakit.
"Kepala RS tidak bisa ajukan pemeliharaan RS?"
Seluruh komentar tersebut merupakan pendapat pribadi para pengguna media sosial sebagaimana tertuang dalam kolom komentar unggahan Facebook dan belum tentu menggambarkan kondisi secara keseluruhan.
Baca Juga: Korban Pencabulan Oknum Guru dan Suaminya Curhat ke Walu Kota Tanjungbalai: Masih Ingin Sekolah
Direktur RSUD Sawerigading Rampoang Buka Suara