Baca Juga: Kemenag Siapkan Skema Pengangkatan Guru Madrasah Swasta, Peluang jadi ASN Semakin Terbuka
“Mari kita bersama-sama membangun Ciamis di sektor pertanian. Kita syukuri anugerah tanah subur dan air yang melimpah ini, dan kita optimalkan sebaik-baiknya,” pungkas Herdiat.
Sementara itu, Ketua Petani Organik Mandiri Ciamis (POMC), Abdul Majid, menjelaskan bahwa gerakan pertanian organik di Ciamis pada awalnya dipelopori oleh para petani senior dan pensiunan yang masih ingin terus berkarya serta memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, inisiatif tersebut lahir dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani, khususnya mahalnya harga pupuk kimiaserta rendahnya harga jual padi yang kerap merugikan petani.
“Kami memulai pertanian organik ini dari keinginan untuk membantu petani dan masyarakat. Banyak keluhan soal pupuk yang mahal, sementara hasil panen dijual dengan harga murah,” ungkap Abdul Majid.
Baca Juga: SWAKKA Kunjungi Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya, Saatnya Media Bersinergi
Ia menambahkan, penggunaan pupuk organik terbukti mampu membantu petani menghasilkan produk pertanian yang lebih baik, baik dari segi kualitas maupun kuantitas hasil panen. Selain itu, biaya produksi dapat ditekan sehingga memberikan keuntungan yang lebih layak bagi petani.***