berita

Ketika 'Corvee' Menggema di Stadion Galuh Ciamis

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:01 WIB
Bupati Herdiat pimpin corvee se-Kabupaten Ciamis di Stadion Galuh (Ist)

PORTALOKA.ID - Pagi itu, Jumat, 6 Februari 2026, Stadion Galuh Ciamis belum sepenuhnya ramai. Matahari baru naik, menyinari deretan seragam yang berbaris rapi di lapangan.

Namun ada sesuatu yang terasa berbeda. Bukan sekadar apel rutin, melainkan sebuah panggilan nurani: menjaga bumi tempat berpijak.

Di tengah lapangan, suara Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, terdengar tegas namun penuh harap. Ia tidak hanya menyampaikan amanat, tapi menyulut kesadaran.

Kata yang sempat viral dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali dihidupkan di Ciamis “Corvee… corvee… corvee…”

Baca Juga: Serial Kanjeng Sunan - Bagian 7: Satu Tuhan Tapi Beda Jalan

Seruan itu bukan sekadar gema kata. Ia menjadi simbol kerja bersama, gotong royong, dan tanggung jawab kolektif atas lingkungan yang kian terbebani sampah.

Apel Aksi Nyata bertajuk “Ciamis Lebih Bersih” pagi itu diikuti bukan hanya oleh jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda, tetapi juga secara serentak oleh seluruh kecamatan melalui sambungan virtual.

Dari desa hingga kota, dari kantor hingga pasar, semua tersambung dalam satu niat: tidak membiarkan sampah menjadi warisan bagi generasi berikutnya.

Di sela kegiatan, pakta integritas ditandatangani. Bagi sebagian orang, mungkin itu hanya selembar dokumen. Namun bagi mereka yang hadir, itu adalah janji terbuka, bahwa kebersihan bukan lagi urusan sambilan, apalagi sekadar slogan.

Baca Juga: Masjid Riyadhul Hasanah Jatinagara Ciamis Mulai Rampung, Dikebut untuk Sambut Ramadhan

Dalam tutur katanya, Bupati mengisahkan suasana Rakornas nasional yang dihadiri langsung oleh Presiden dan para kepala daerah. Indonesia, kata Presiden, sedang tidak baik-baik saja soal sampah.

Gunungan limbah menyesaki kota, mencemari sungai, bahkan merusak wajah destinasi wisata yang selama ini menjadi kebanggaan.

Beberapa daerah, lanjut Bupati, sudah merasakan konsekuensinya. Dari penilaian “kotor” hingga “sangat kotor”, bahkan berujung pada sanksi hukum. Sebuah peringatan keras bahwa mengabaikan lingkungan sama artinya dengan mengabaikan masa depan.

Ciamis, menurutnya, tidak ingin belajar dari kesalahan orang lain dengan cara yang menyakitkan. Apalagi, belum lama ini Menteri Lingkungan Hidup datang tanpa pemberitahuan resmi. Ia turun langsung, menyusuri lingkungan warga, berbincang tanpa jarak. Hasilnya jujur: masih ada yang perlu dibenahi, masih ada kebiasaan yang harus diubah.

Halaman:

Tags

Terkini