berita

Dituntut Mundur, Sekjen Kemenag Sampaikan Permohonan Maaf Secara Lisan

Senin, 2 Februari 2026 | 20:35 WIB
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin sampaikan maaf secara lisan kepada guru madrasah (Instagram @kamaruddin_amin)

Baca Juga: Tuai Kecaman, Sekjen Kemenag Akhirnya Minta Maaf atas Pernyataan Terkait Guru Madrasah Swasta

"Atas nama pribadi dan Kementerian Agama, saya memohon maaf setulus-tulusnya jika dalam penjelasan saya, ada yang kurang berkenan. Tidak ada maksud sama sekali untuk menyinggung para guru," tulis Amin di akun Instagramnya, Minggu, 1 Februari 2026.

Amin menegaskan bahwa Kemenag serius membenahi tata kelola dan kesejahteraan guru madrasah.

"Kementerian Agama hadir untuk melindungi dan menyejahterakan. Kami terus bekerja keras memastikan perbaikan tata kelola guru agama dan madrasah berjalan sesuai harapan. Fokus kami adalah pengabdian dan kemaslahatan bagi seluruh pejuang pendidikan," tegasnya.

Sampaikan Maaf Secara Lisan

Baca Juga: Usai Viral, Sekjen Kemenag Beberkan Pedoman Pengangkatan Guru Madrasah Swasta, Sebut Tata Kelola dan Sejahterakan Guru jadi Prioritas

Meski telah menyampaikan permohonan maaf secara tertulis, tampaknya guru madrasah swasta belum puas.

Mereka menuntut agar Sekjen Kemenag menyampaikan permohonan maaf secara lisan.

Akhirnya, melalui akun Instagram pribadinya, Kamaruddin meminta maaf kepada guru madrasah secara lisan.

"Saya Kamaruddin Amin, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, ingin mengucapkan permohonan maaf setulus-tulusnya dengan penuh kerendahan hati kepada sahabat-sahabat saya, saudara-saudara saya para guru yang mungkin telah terlukai oleh klarifikasi atau penjelasan yang saya sampai pada tanggal 28 Januari kemarin di (rapat kerja) DPR," ucap Kamaruddin Amin dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Senin, 2 Februari 2026.

Baca Juga: Terungkap, Ini Penyebab BSU Guru Madrasah dan Tenaga Kependidikan Belum Cair

Kamaruddin mengatakan jika dirinya berasal dari keluarga guru, dirinya juga seorang guru dan berasal dari komunitas guru.

Oleh sebab itu, lanjut Kamaruddin, siang malam dirinya terus memikirkan dan memajukan pendidikan Indonesia khususnya para guru.

"Sekali lagi jika ada yang tersinggung, terlukai, saya ingin pastikan bahwa saya tidak bermaksud untuk melukai dan mendiskreditkan guru," tegasnya.

"Saya memberikan penjelasan dalam konteks untuk tata kelola sesungguhnya. Kita berjuang di Bappenas, kita berjuang di keuangan kita juga berjuang untuk meningkatkan kualitas guru bersama dengan PTKIN, bersama dengan lembaga-lembaga pendidikan yang ada di bawah Kementerian Agama," sambungnya.

Halaman:

Tags

Terkini