Penyidik kemudian menduga masuknya hewan ke area instalasi bertegangan tinggi, yang dalam pemaparan disebut berada di sekitar Trafo 1, berkaitan dengan terjadinya short circuit atau hubungan arus pendek.
Gangguan tersebut diduga berdampak pada sistem kelistrikan hingga menyebabkan blackout meluas di Batam dan Bintan.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan apakah blackout tersebut terjadi akibat kesengajaan atau kelalaian. Bareskrim masih memeriksa para tersangka dan saksi, mencocokkan barang bukti, serta mendalami hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
Asep mengatakan penyidik juga masih menelusuri penyebab bergesernya salah satu komponen atau bagian instalasi yang ditemukan di lokasi.
“Kami sedang melakukan pendalaman. Kami harus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah ini disengaja. Kalau memang sengaja, siapa yang memerintahkan? Namun, jika ini merupakan kelalaian yang menjadi tanggung jawab seseorang dan kewajiban itu tidak dilaksanakan, tentu akan kami dalami juga,” kata Asep.***
Artikel Terkait
Satu Petugas Meninggal Dunia di Rumah Sakit, Korban Jiwa Karhutla Gunung Bromo Jadi Lima Orang
Pilu! Ibu Meninggal di Atas Motor saat Hendak Beli Obat, Tinggalkan Anak 3,5 Tahun
Wajib Halal Diundur hingga 2028! Cek Produk yang Terdampak, Ternyata Tak Semua Kategori
Peluang Karier Alternatif bagi Lulusan Jurnalistik: Membuat Media Online Sendiri Bisa Jadi Pilihan yang Tepat
Pakar Lintas Negara Bahas Masa Depan Pendidikan Anak Usia Dini di The 8th SECRET UNNES
Bentangkan Spanduk Kritik Pemerintah, 6 Aktivis Greenpeace Dibawa ke Polda
Polres Ciamis Musnahkan 5.599 Botol Miras, Bupati Herdiat Sampaikan Apresiasi, Tegaskan Komitmen Pemkab Berantas Miras dan Narkoba
BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Pembiayaan UMKM Tembus Rp1.235,4 Triliun
4 Raperda Inisiatif DPRD Ciamis Disambut Positif Bupati Herdiat, Ada Cadangan Pangan dan Ketertiban Umum
Guru Madrasah Segera Merapat! Pendaftaran PPG Daljab Resmi Dibuka, Catat Waktu, Tata Cara dan Syarat Pendaftarannya